“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 19 Agustus 2019

Taisir (38): Lima Kekhususan Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-

Hadits 38:
عَنْ جَابِرِ بنِ عَبْدِ الله رَضيَ الله عَنْهُمَا: أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: “أُعْطِيتُ خَمْسَا لَمْ يُعْطَهُنَّ أحَدٌ مِنَ الأنبياء، قبلي: نُصِرْتُ بالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْر، وَجُعِلَت لي الأرض مسجدا وطَهُوراً فَأيُمَا رَجُل مِنْ أمتِي أدْرَكَتْهُ الصلاةُ فَلْيُصَل. وأحِلَّتْ لي الغنائمُ، َ لَمْ تَحلَّ لأحَد قَبلي. وَأعْطيتُ الشفَاعَةَ. وَكَانَ النبيُّ يُبْعَثُ (١) إِلى قَوْمِه خَاصَّةً: بُعِثْتُ إِلى النَاس كَافّةً “.

Dari Jabir bin Abdullah -radhiyallohu ‘anhuma-: Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku diberikan 5 kelebihan yang yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu: (1). Aku ditolong dengan ketakutan (musuh) sejauh perjalanan satu bulan. (2). Dijadikan bumi untukku sebagai masjid dan alat untuk bersuci, maka dimanapun seseorang dari umatku menjumpai waktu salat hendaklah dia salat.
(3). Dihalalkan untukku ghonimah-ghonimah yang tidak halal bagi seorang pun sebelumku (4). Diberikan kepadaku Syafa’at al-‘Udzma. (5). Seorang nabi diutus untuk kaumnya saja dan aku diutus untuk seluruh manusia. (HR Bukhari & Muslim)

Penjelasan lafadz:
1. Untuk لم تحل bisa dibaca ‘tuhallu’ sebagai bentuk maf’ul. Dan boleh dibaca ‘tahillu’ sebagai bentuk fa’il. Dan (cara kedua) ini yang banyak sebagaimana dikatakan oleh Syeikh Nuruddin al Hasyimi.

Makna Global
Nabi kita shollallahu alaihi wasallam dikhususkan dari seluruh para nabi dengan beberapa hal yang mulia. Dan beliau diistimewakan dengan hal yang terpuji yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumnya dari kalangan para nabi ‘alaihissalam, -dengan barokah dari nabi yang mulia ini- maka umat beliau mendapatkan bagian dari berbagai keutamaan dan kemuliaan tersebut.

Diantaranya sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ini berupa lima perkara mulia:

PERTAMA Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala menolongnya dan menguatkannya atas musuh-musuhnya dengan rasa takut yang menimpa mereka sehingga melemahkan kekuatan mereka dan mengguncang persatuan mereka dan mencerai-beraikan barisan mereka dan mensedikitkan jamaah mereka meskipun Nabi shallallahu alaihi wasallam masih berada pada jarak perjalanan satu bulan dari mereka.

Ini sebagai bentuk dukungan dan pertolongan dari Allah kepada nabinya sekaligus kehinaan dan kegagalan bagi musuh-musuh agamanya. Tidak diragukan lagi ini adalah pertolongan yang besar dari Allah ta’ala.

KEDUA: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala meluaskan untuk nabi yang mulia ini dan umatnya yang di rahmati dengan menjadikan baginya bumi sebagai masjid, sehingga dimanapun datang waktu salat hendaklah mereka salat. Sholat tidak terikat oleh tempat khusus sebagaimana kaum sebelum mereka yang tidak dapat menunaikan ibadah mereka kecuali di gereja atau biara.
Demikianlah sesungguhnya Allah menghilangkan kesulitan dan kesempitan dari umat ini sebagai bentuk keutamaan dan kebaikan serta anugerah dari-nya.

Demikian pula sebelum umat ini, tidaklah mensucikan mereka kecuali dengan air. Sedangkan umat ini dijadikannya debu bagi orang yang tidak mendapatkan air sebagai sarana bersuci. Misalnya juga seperti orang yang tidak mampu menggunakan air karena darurat.

KETIGA: Harta ghonimah yang diperoleh didapatkan dari orang-orang kafir dan orang-orang yang diperangi halal bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan umatnya. Mereka membaginya sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah ta’ala yang harta ini diharamkan atas para nabi sebelumnya dan umatnya, Di mana mereka mengumpulkan gonimah, dan jika diterima harta itu (oleh Alloh), maka akan turun api dari langit yang membakarnya.

KEEMPAT: Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala mengkhususkan beliau dengan “Al Maqom Al Mahmud” (kedudukan yang terpuji) dan “Syafa’atul ‘Udzma” (syafaat yang agung) pada saat Rasul Ulul Azmi tidak bisa berbuat banyak pada hari kiamat. Maka beliau berkata: “Akulah orang yang akan memberi syafaat”. Kemudian beliau bersujud dibawa ‘Arsy dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang telah ditetapkannya. Maka dikatakan kepada beliau: “Mintalah syafaat niscaya syafaatmu diterima dan mintalah niscaya engkau dikabulkan”.

Saat itu beliau meminta kepada Allah syafaat untuk seluruh makhlukNya agar Dia memutuskan perkara di antara mereka di mahsyar ini. Inilah Maqom Mahmud (kedudukan yang terpuji) yang diinginkan oleh orang-orang terdahulu dan belakangan.

KELIMA: Bahwasanya setiap nabi terdahulu dikhususkan dakwahnya kepada kaumnya. Dan Allah ta’ala menjadikan Nabi yang agung ini dan risalahnya yang tinggi yang mencakup keseluruhan, menjadi dustur dan undang-undang yang kekal untuk seluruh manusia yang berbeda jenis dan golongannya dan saling berjauhan tempat tinggalnya. Ini adalah Syariat yang sesuai bagi setiap zaman dan tempat. Dan karena kelayakan dan ketinggiannya inilah maka menjadi syariat terakhir. Tidak lagi membutuhkan tambahan dan pengurangan. Dan dijadikan menyeluruh karena didalamnya terdapat unsur-unsur keabadian dan kekekalan.

Faidah Hadits:
Ini adalah hadits yang agung, di dalamnya banyak sekali faidah. Dan kami akan mencukupkan dengan yang paling penting saja, di antaranya:

1. Keutamaan nabi kita -shallallahu alaihi wasallam- atas seluruh para nabi dan keutamaan umatnya atas seluruh umat umat yang lain.
2. Penghitungan nikmat Allah kepada hambaNya dan jika mengingatnya sebagai wujud syukur kepada Allah dan mengingat nikmat nikmatNya maka dihitung ibadah dan syukur kepada Allah.
3. Nabi shallallahu alaihi wasallam ditolong dengan rasa takut di hati musuh musuhnya, dihalalkan untuk beliau harta rampasan perang, beliau diutus untuk seluruh umat manusia, diberikan Syafaat ‘Udzma, dan dijadikannya bumi sebagai masjid dan sarana bersuci. Ini semua dari kekhususan beliau.

Dan saya telah menghitung kekhususan beliau ada sekitar 17 macam, sedangkan menurut As-Shan’any ada 21 macam, dan yang mencari keseluruhannya baik yang kecil maupun yang besar maka akan mendapatkan lebih dari hitungan ini.

4. Sholat tidak khusus di satu tempat dan bukan tempat yang lain.
5. Bahwasanya asal dari bumi adalah suci untuk sholat dan tayamum.

6. Bahwasanya setiap tanah bisa digunakan untuk tayamum.

7. Luas dan agungnya syariat ini karenanya dijadikan sebagai pengatur alam seluruhnya di dalam peribadatan dan muamalahnya meskipun berbeda negari dan berjauhan wilayahnya.

8. Ucapan beliau siapapun seorang laki-laki tidak dimaksudkan hanya dari jenis laki-laki saja akan tetapi yang semisal dengannya yaitu wanita, karena wanita adalah bagian dari laki-laki.

9.As-Shan’any berkata dikhususkan perjalanan sebulan bukan perjalanan yang lebih jauh darinya karena tidak pernah terjadi peperangan antara beliau dan musuh beliau lebih lama daripada itu.

Ucapan: وبعثت إلى الناس كافة (Aku diutus untuk manusia seluruhnya) ini adalah lafadz Al Bukhari dan tidak diriwayatkan oleh Muslim sedangkan muslim meriwayatkan dengan lafadz: وبعثت إلى كل أحمر وأسود (Aku diutus kepada seluruh manusia yang berkulit merah dan berkulit hitam).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)