Hadits (40):
عَنْ عَائِشَة رَضي الله عَنْهَا أنَ أمَّ حَبيبَةَ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنَينَ، فَسَألتْ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم عن ذلكَ فأمًرَهَا أنْ تَغْتَسِل فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ (١) لكل صَلاةٍ.
“Dari Aisyah radhiallahu anha: Bahwasanya Ummu Habibah mengalami istihadhah selama 7 tahun. Maka ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang hal itu, maka beliau memerintahkannya untuk mandi. Maka dia mandi(1) setiap kali hendak shalat". (HR Bukhari 327 dan Muslim 334)
Makna Global
Ummu Habibah binti Jahsy mengalami istihadhah selama 7 tahun maka ia bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang cara bersuci dari hal tersebut. Maka beliau memerintahkannya untuk mandi, maka dia mandi setiap hendak sholat.
Ikhtilaf Ulama:
Para ulama berselisih pendapat tentang mandinya wanita yang mengalami istihadhoh setiap kali salat; Apakah wajib atau tidak. Sebagian mereka berpendapat hal itu wajib sebagai bentuk pengamalan hadits-hadits yang terdapat di sebagian kitab-kitab Sunan.
Sedangkan jumhur dari kalangan salaf di antaranya Ali, Ibnu Abbas, Aisyah, dan ulama khalaf diantaranya Imam Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad berpendapat tentang tidak wajibnya mandi. Mereka berdalil dengan ‘bara-atul ashliyah’ yaitu secara hukum asal tidak wajib mandi. Mereka menanggapi hadits-hadits tentang perintah mandi tidak didapati padanya ketetapan wajib.
Dan Ummu Habibah mandi setiap kali sholat dan ini dari kemauannya sendiri bukan dari perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk mandi setiap kali sholat. Beliau hanya memerintahkannya untuk mandi saja sebagaimana dalam riwayat-riwayat yang shahih. Ibnu daqiq Id menyebutkan bahwasanya tidak terdapat dalam shahihain atau pun salah satunya bahwasanya beliau memerintahkannya untuk mandi setiap kali sholat.
Kesimpulan Hadits
Wajibnya mandi bagi orang yang mengalami istihadhah di akhir hitungan hari haidnya.
(1). ‘Mandi setiap kali sholat’ tidak terdapat dalam perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat Muslim. Dan lafadz “أمرها أن تغتسل، فكانت تغتسل لكل صلاة” “memerintahkannya untuk mandi, maka ia mandi setiap kali sholat”, yang demikian disebut kan oleh Al Humaidi dalam “Al Jam’u baina shohihain”.



0 komentar:
Posting Komentar