“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 19 Agustus 2019

Taisir (42): Membaca Al Qur’an di pangkuan istri yang sedang haid.

Hadits 42:
عَنْ عَائِشَةَ رَضيَ الله عَنْهَا قَالتْ: كَانَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يَتَّكِئُ في حِجْري وَأنَا حَائِض فَيَقْرأ القرآن.
“Dari ‘Aisyah -radhiyallohu ‘anha- ia berkata: Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- pernah bersandar di pangkuanku sedangkan aku sedang haid, dan beliau membaca Al Qur’an. (HR Bukhari 297 & Muslim 301).

Penjelasan lafadz:
Arti يتكئ في حجري (bersandar di pangkuanku). يتكئ mahmuz. Boleh fathah atau kasrah pada huruf ‘ha” pada kata حجري.

Makna Global:
Aisyah menyebutkan bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca Al Quran di pangkuannya sedangkan dia dalam keadaan haid. Ini menunjukkan bahwasanya badan wanita yang haid adalah suci dan tidak najis dengan haidnya.

Kesimpulan hadits:
1. Bolehnya membaca al-quran di pangkuan wanita yang haid karena ia suci badan dan pakaian.
2. Larangan membaca Al Qur’an bagi wanita haid, disimpulkan dari keraguan terlarangnya membaca Al Qur’an di pangkuan wanita haid. Ini menurut Ibnu Daqiqil Ied.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)