Hadits 42:
عَنْ عَائِشَةَ رَضيَ الله عَنْهَا قَالتْ: كَانَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يَتَّكِئُ في حِجْري وَأنَا حَائِض فَيَقْرأ القرآن.
“Dari ‘Aisyah -radhiyallohu ‘anha- ia berkata: Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- pernah bersandar di pangkuanku sedangkan aku sedang haid, dan beliau membaca Al Qur’an. (HR Bukhari 297 & Muslim 301).
Penjelasan lafadz:
Arti يتكئ في حجري (bersandar di pangkuanku). يتكئ mahmuz. Boleh fathah atau kasrah pada huruf ‘ha” pada kata حجري.
Makna Global:
Aisyah menyebutkan bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca Al Quran di pangkuannya sedangkan dia dalam keadaan haid. Ini menunjukkan bahwasanya badan wanita yang haid adalah suci dan tidak najis dengan haidnya.
Kesimpulan hadits:
1. Bolehnya membaca al-quran di pangkuan wanita yang haid karena ia suci badan dan pakaian.
2. Larangan membaca Al Qur’an bagi wanita haid, disimpulkan dari keraguan terlarangnya membaca Al Qur’an di pangkuan wanita haid. Ini menurut Ibnu Daqiqil Ied.



0 komentar:
Posting Komentar