“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 09 September 2019

Syarah Aqidah Wasithiyyah – Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahulloh- (hal 139 - 140)

Perkataan Penulis -rahimahulloh-:
ولهذا قال سبحانه وتعلى :
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ # وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ # وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Oleh karenanya Alloh -subhanahu wa ta'ala- berfirman: "Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam". (QS Ash-Shofat: 180-183)

Penjelasan:
* Perkataan penulis ولهذا "dan karena hal ini..." yakni karena kesempurnaan kalamNya dan kalam rosulNya.
* Alloh berfirman سُبْحَانَ رَبِّكَ "Maha Suci Tuhanmu":telah berlalu makna tasbih yaitu pensucian kepada Alloh dari setiap sifat yang tidak layak bagiNya.
* FirmanNya رَبِّكَ "Tuhanmu". Alloh menggandengkan RububiyahNya kepada Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam-, dan ini adalah Rububiyah yang khusus, dari bab idhofah (penggandengan) Kholik kepada makhlukNya.
* FirmanNya: رَبِّ الْعِزَّةِ "Tuhan yang mempunyai keperkasaan" sebagai bab idhofah yang disifati kepada shifat. Sebagaimana yang diketahui bahwa setiap yang diciptakan adalah makhluk. Di sini Alloh katakan:  رَبِّ الْعِزَّةِ "Tuhan yang mempunyai keperkasaan" Dan keperkasaan Alloh (izzah) bukanlah makhluk karena termasuk sifatnya. Oleh karenanya di sini kita katakan bahwa ini adalah bentuk idhofah sesuatu yang disifati kepada sifat. Oleh karenanya; maka  رَبِّ الْعِزَّةِ "Tuhan yang mempunyai keperkasaan" maknanya adalah "Pemilik Keperkasaan"; sebagaimana dikatakan "Robbu Ad-Daar" yakni pemilik rumah.
* FirmanNya عَمَّا يَصِفُونَ "dari apa yang mereka katakan" yakni dari apa yang disifatkan orang-orang Musyrik kepadaNya; sebagaimana akan disebutkan penulis.
* FirmanNya وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ "Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul" yakni kepada para utusanNya.
* FirmanNya  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam"; Alloh -azza wa jalla- memuji diriNya setelah mensucikanNya, sebab dalam pujian terdapat kesempurnaan sifat dan dalam tasbih terdapat pensucian dari celaan. Maka pada ayat ini terdapat pensucian dari kekurangan dengan tasbih dan penetapan kesempurnaan dengan pujian.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)