“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 28 Oktober 2019

Muqaddimah Penulis Syarah Naadzam Qawaidul Fiqhiyyah -Syaikh Nashir As-Sa'dy.

سم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، نحمده، ونستعينه، و نعوذ بالله من شرور انفسنا و سيئات اعمالنا، من يهد الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، و اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، و اشهد ان محمدا عبده ورسوله، صلى الله عليه و على آله وصحبه ، و سلم تسليما كثيرا

"Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji bagi Alloh. Kita memujiNya dan memohon pertolongan kepadaNya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barang siapa yang diberikan petunjuk oleh Alloh maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak ada yang sanggup memberikan hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah (sesembahan yang haq untuk disembah) melainkan Alloh saja yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat dan salam yang banyak tercurah kepada beliau dan kepada para sahabatnya.
Amma ba'du:

Saya menuliskan untuk diri saya pribadi dan saudara-saudaraku yaitu mandzumah(syair) yang mencakup pokok-pokok kaidah agama. Meski pun ringkas namun penuh makna bagi yang mau merenungkannya. Akan tetapi syair ini masih membutuhkan penjelasan untuk menerangkannya, menyingkap makna-maknanya dan pelajaran-pelajaran di dalamnya, serta mengungkap pemahaman yang ada dibaliknya maka saya menuliskan syarah (penjelasan) yang berharga ini untuk mempermudah memahaminya.
Saya memohon kepada Alloh agar kitab ini bisa memberikan manfaat bagi penulisnya dan pembacanya dan menjadikannya ikhlas untuk mengharap wajah Alloh yang mulia, sesungguhnya Dia Maha Pengasih dan Penyayang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)