“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 29 Oktober 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Keempat



و ضده تزاهم المفاسد # يرتكب الأدنى من المفاسد

14# Dan sebaliknya, jika dihadapkan pada beberapa kerusakan maka ditempuh yang paling ringan kerusakannya.

Penjelasan:
* Al-Mafasid (kerusakan) bisa berupa perkara-perkara yang diharamkan atau pun yang dimakruhkan. Sebagaimana Al-Mashalih (kemaslahatan) bisa berupa perkara yang diwajibkan maupun yang dianjurkan. Jika dihadapkan pada kerusakan-kerusakan yang seseorang terpaksa harus menempuh salah satunya, maka wajib baginya untuk tidak menempuh kerusakan yang lebih besar, bahkan dia harus memilih yang ringan kerusakannya; menempuh keburukan yang paling ringan menolak yang lebih berat.

* Jika salah satu kerusakan itu adalah perkara keharaman dan yang lainnya kemakruhan maka didahulukan yang makruh dari yang haram. Maka didahulukan memakan sesuatu yang syubhat dari pada yang jelas haram. Demikianlah didahulukan seluruh perkara yang makruh dari pada yang haram.

* Jika keduanya adalah haram maka didahulukan yang paling ringan keharamannya, dan demikian pula jika kedua makruh, maka didahulukan yang paling ringan kemakruhannya.

* Tingkatan keharaman dan kemakruhan dalam besar dan kecilnya membutuhkan uraian yang panjang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)