“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 12 November 2019

Mereka yang Sabar Atas Gangguan Manusia

Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam beliau bersabda:
الْمُــؤْمِنُ الَّــذِي يُــخَالِــطُ النَّــاسَ، وَيَصْــبِرُ عَلَى أَذَاهُــمْ، خَــيْرٌ مِنَ الَّــذِي لاَ يُــخَالِــطُ النَّــاسَ، وَلاَ يَصْــبِرُ عَلَى أَذَاهُــمْ
"Orang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar dengan gangguan mereka adalah lebih baik dari pada yang tidak mau berbaur dengan manusia dan tidak abar dengan gangguannya"

Al-'Alamah Zaid Al-Madkholi -rahimahulloh- berkata:
Hadits ini menjelaskan beberapa permasalahan:
(1). Disyariatkannya berbaur dengan manusia dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar dan mengajari mereka sebab di dalamnya ada pahala yang besar.
(2). Motivasi untuk bersabar atas gangguan yang menimpa orang yang berdakwah kepada Alloh, amar ma'ruf nahi munkar dan berharap pahala di sisi Alloh -ta'ala-.
(3). Bahaya mengasingkan diri dan menghindar dari berbaur bersama manusia tatkala yang demikian itu menyebabkan luput mendapatkan kemaslahatan Diniyyah dan Duniawiyah; dan yang terpenting adalah kemaslahatan agama.
(4). Dan hal itu seperti tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, menegakkan syiar amar ma'ruf nahi munkar dan mendapatkan teman-teman yang membantunya dalam kebaikan dan menunjukkan kepada kebaikan.

(Syarah Adabul Mufrod 434)

#الـذي_يصـبر_عـلى_أذى_النـاس

❍ عَـنِ ابْنِ عُــمَرَ، عَـنِ النَّــبِيِّ ﷺ قَـالَ :

« الْمُــؤْمِنُ الَّــذِي يُــخَالِــطُ النَّــاسَ، وَيَصْــبِرُ عَلَى أَذَاهُــمْ، خَــيْرٌ مِنَ الَّــذِي لاَ يُــخَالِــطُ النَّــاسَ، وَلاَ يَصْــبِرُ عَلَى أَذَاهُــمْ .»

❐ قـ✍ـال العــلامة زيــد  المــدخلي
           - رحــمه اللّٰه تــعالى -:

« دل هـذا الحـديث على بيـان أمـور :

① - مشــروعية مــخالـطة النــاس من أجــل الأمــر والنــهي ، والتــعليم ؛ لــما في ذلــك من الأجــر العــظيم .

② - الحــث على الصــبر على الأذى الــذي يــنال من دعــا إلى الله ، وأمــر بمــعروف ، ونــهى عن منــكر ، ويحــتسب الأجــر عنــد الله تــعالى .

③ - خــطر العــزلة والابتــعاد عن مخالــطة النــاس ؛ لــما في ذلك من فوــات المــصالح الدينــية والدنيــوية، وأهــمها مــصالح الــدين ،

☜ وذلــك كالتــعاون على البــر والتــقوى ، وإقــامة شعــيرة الأمــر بالمــعروف والنــهي عــن المنــكر ، وكــسب الأصــحاب الــذين يعينــون على الخــير، ويــدلون علــيه .»

📝 |[ شــرح الأدب المــفرد (٤٣٤) ]|

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)