Siapakah Mahram yang seorang wanita boleh membuka hijab di depannya?
Pertanyaan:
Siapakah orang yang seorang muslimah boleh melepaskan hijab di depannya?
Jawab:
Alhamdulillah,
Seorang wanita boleh membuka jilbabnya di depan mahramnya. Dan mahram bagi wanita yaitu orang yang tidak boleh menikahinya selamanya karena hubungan keluarga (seperti bapak dan seterusnya ke atas dan anak seterusnya ke bawah, paman dari pihak bapak, paman dari pihak ibu, saudara laki-laki, anak dari saudara laki-laki dan anak dari saudara perempuan)
atau persusuan (seperti saudara laki-laki sepersusuan dan suami ibu susuan) atau hubungan karena pernikahan (seperti suami ibu dan bapaknya suami ke atas dan anak suami kebawah).
Dan berikut ini rincian dari pembahasannya wahai penanya:
MAHRAM DARI NASAB
Mereka adalah yang disebutkan dalam surat An-Nuur:
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ
"dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka" (QS An Nur: 31)
Para ahli tafsir berkata: "Sesungguhnya para mahram wanita dari kalangan laki-laki dengan sebab nasab berdasarkan yang dijelasakan dalam ayat mulia ini. Atau ditunjukkannya mereka berikut ini:
Pertama: Bapak, yakni bapaknya si wanita ke atas dari jalur laki-laki dan perempuan, seperti bapaknya bapak dan bapaknya ibu. Adapun bapaknya suami maka mereka mahram dari sebab pernikahan sebagaimana akan kami jelaskan.
Kedua: Anak-anak, yakni anak-anak si wanita. Termasuk juga anaknya anak kebawah dari anak laki-laki maupun perempuan misal anaknya anak laki-laki dan anaknya anak perempuan. Adapun anaknya suami mereka pada ayat yang mulia ini maksudnya adalah anak-anak suami mereka dari istri selain dirinya. Mereka inilah mahram dengan seba pernikahan bukan karena sebab nasab sebagaimana yang akan kami jelaskan selanjutnya.
Ketiga: Saudara laki-laki baik yang seayah seibu, atau seayah saja atau seibu saja.
Keempat: Anak saudara ke bawah dari kalangan saudara laki-laki dan perempuan, seperti anak laki-laki dari anak perempuan saudara perempuannya.
Kelima: Paman dari jalur saudara ayah ('Amm) maupun saudara ibu (Khol) keduanya adalah mahram dari nasab. Dan keduanya tidak disebutkan dalam ayat yang mulia ini karena kedudukannya seperti kedudukan kedua orang tua. Terkadang paman disebut dengan bapak. Alloh ta'ala berfirman:
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ
"Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (QS Al-Baqarah: 133)
Dan Ismail adalah paman dari anak-anak nabi Ya'qub.
Tafsir Ar-Razi 23/206, tafsir Al-Qurtubi 12/232 dan 233, tafsir al Alusi 18/143, dan Fathul Bayan fi Maqashidil Qur'an -Shidiq hasan Khan- 6/352.
MAHRAM DENGAN SEBAB PERSUSUAN
Dan mahram seorang wanita terkadang dengan sebab susuan. Disebutkan dalam tafsir Al-Alusi: "Kemudian, sesungguhnya mahram yang diperbolehkan (bagi seorang wanita) menampakkan perhiasannya bagi mahramnya sebagaimana ada dari sebab nasab ada juga dari sebab susuan. Maka boleh menampakkan perhiasannya kepada bapak-bapaknya atau anak-anaknya dari persusuan"(Tafsir Al-Alusi: 18/143).
Karena mahram dengan sebab susuan seperti mahram dengan sebab nasab karena sisi kemahramannya. Dan ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Imam Al-Jashosh -rahimahulloh- ketika beliau menafsirkan ayat ini berkata: "Tatkala Alloh -ta'ala- menyebutkan bersama bapak yang memiliki hubungan mahram yang diharamkan atas mereka menikahi mahramnya selamanya, hal itu menunjukkan bahwa orang yang diharamkan seperti kondisi mereka maka hukumnya adalah seperti hukum mereka, misal ibu istri, yang diharamkan karena sebab susuan dan yang semisal mereka" (Ahkamul Qur'an oleh Al-Jashos 3/317).
Diharamkan karena persusuan sebagaimana yang diharamkan karena nasab: dan telah datang dalam as-sunnah nabawiyah yang mulia:
يحرم من الرضاع ما يحرم من النسب
"Yang diharamkan karena persusuan sebagaimana yang diharamkan karena nasab".
Maksudnya bahwa mahram bagi wanita; sebagaimana sebagaimana yang terjadi berdasarkan nasab maka demikian pula yang terjadi karena persusuan. Sebagaimana yang ada dalam shahih Bukhari dari 'Aisyah Ummul Mukminin -radhiyallohu 'anha- berkata:
إن أفلح أخا أبي قٌعيس جاء يستأذن عليها وهو عمها من الرضاعة بعد أن نزل الحجاب ، فأبيت أن آذن له ، فلما جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرته بالذي صنعت فأمر أن آذان له
"Sesungguhnya Aflah saudara Abi Quais datang minta izin kepadanya (Aisyah) dan dia adalah pamannya dari persusuan setelah turun ayat hijab. Maka aku pun tak memberikan izin kepadanya. Tatkala Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- datang, aku khabarkan tentang apa yang aku lakukan. Maka beliau memerintahkan agar aku memberi izin kepadanya"
Shahih Bukhari dengan syarah Al-Asqalani 9/150. Dan hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dengan lafadz:
عن عروة عن عائشة أنها أخبرته أن عمها من الرضاعة يسمى أفلح استأذن عليها فحجبته ، فأخبرت الرسول صلى الله عليه وسلم فقال لها : لا تحتجبي منه ، فإنه يحرم من الرضاعة ما يحرم من النسب
Dari Urwah dari Aisyah bahwa ia (Aisyah) menceritakan kepadanya bahwa pamannya dari dari susuan yang bernama Aflah meminta izin kepadanya, maka dia (Aisyah) berhijab darinya. Lalu dia mengkhabarkan kepada Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- maka beliau bersabda: Tidak usah engkau berhijab darinya, karena mahram dari susuan seperti mahram dari nasab". (Shahih Muslim dengan syarah An-Nawawi 10/22)
Mahram wanita dari sebab susuan seperti mahramnya karena nasab:
Para ahli fikih telah menjelaskan dengan mengikuti apa yang yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah, bahwasannya mahram wanita dari susuan sebagaimana mahramnya dari sebab nasab. Maka boleh baginya untuk menampakkan perhiasannya kepadaa mahramnya dari susuan sebagaimana ia menampakkan perhiasannya kepada mahramnya karena nasab. Dan boleh bagi mereka melihat bagian tubuhnya sebagaimana yang diperbolehkan mahramnya karena nasab untuk melihat bagian tubuhnya.
MAHRAM DENGAN SEBAB PERNIKAHAN
Mahram wanita dengan sebab pernikahan adalah mereka yang diharamkan menikahinya(wanita) selamanya misalnya istri bapak, istri anak dan ibu istri (Syarah Al Muntaha 3/7)
Mahram dengan sebab pernikahan bagi istrinya bapak adalah anak laki-lakinya (anak tiri) dari istri selain dirinya. Dan mahram bagi istrinya anak adalah adalah bapaknya (mertua). Dan mahram bagi ibunya istri adalah suaminya (menantu). Alloh -ta'ala- telah menyebutkan dalam ayat surat An-Nuur:
ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ
"Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka". (QS An-Nur: 31)
Bapak-bapak suami mereka dan anak-anak suami mereka adalah mahram wanita dari pernikahan. Alloh -ta'ala- telah menyebutkan mereka bersama bapak-bapak mereka (para wanita) dan menyamakan mereka seluruhnya dalam bolehnya menampakkan perhiasan untuk mereka. Al-Mughni 6/555.
Sumber: islamqa.info
************
من هم المحارم الذين تكشف أمامهم المرأة
السؤال
من هم الناس الذين يجوز للمسلمة أن تخلع حجابها أمامهم ؟
نص الجواب
الحمد لله
.يجوز للمرأة أن تخلع حجابها أمام محارمها .
والمحرم للمرأة هو من لا يجوز له مناكحتها على التأبيد بقرابة ( كالأب وإن علا والابن وإن نزل والأعمام والأخوال والأخ وابن الأخ وابن الأخت ) أو رضاع ( كأخي المرأة من الرضاعة وزوج المرضعة )
أو صهرية ( كزوج الأم وأبي الزوج وإن علا وولد الزوج وإن نزل ) . وإليك أيتها السائلة تفصيلا للموضوع :
المحارم من النسب :
وهؤلاء هم المذكورون في سورة النور في قوله تعالى : ( ولا يبدين زينتهن إلا لبعولتهن أو آبائهن أو أبنائهن أو أبناء بعولتهن أو إخوانهن أو بني إخوانهن أو بني أخواتهن .. ) سورة النور/31 .
وقد قال المفسرون : إن محارم المرأة من الرجال بسبب النسب على ما صرحت به هذه الآية الكريمة أو دلت عليه هم من يأتي :
أولاً : الآباء ، أي آباء النساء وإن علوا من جهة الذكور والإناث كآباء الآباء وآباء الأمهات ، أما آباء بعولتهن فهم من المحارم بالمصاهرة كما سنبينه .
ثانياً : الأبناء : أي أبناء النساء ، فيدخل فيهم أولاد الأولاد وإن نزلوا من الذكور والإناث مثل بني البنين ، وبني البنات ، أما ( أبناء بعولتهن ) في الآية الكريمة فهم أبناء أزواجهن من غيرهن ، وهؤلاء محارم بسبب المصاهرة لا بسبب النسب كما سنبينه لاحقاً .
ثالثاً : إخوانهن سواء كانوا اخوة لأم وأب ، أو لأب فقط أو لأم فقط .
رابعاً : بنو إخوانهن وإن نزلوا من ذكران وإناث كبني بنات الأخوات .
خامساً : العم والخال وهما من المحارم من النسب ولم يذكروا في الآية الكريمة لأنهما يجريان مجرى الوالدين ، وهما عند الناس بمنزلة الوالدين ، والعم قد يسمى أبا قال تعالى : ( أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي ، قالوا نعبد إلهك وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل وإسحاق .. ) البقرة /133 . وإسماعيل كان العم لبني يعقوب .
تفسير الرازي 23/206 ، وتفسير القرطبي 12/232و233 ، وتفسير الآلوسي 18/143، وفتح البيان في مقاصد القرآن لصديق حين خان 6/352 .
المحارم بسبب الرضاع
ومحارم المرأة قد يكونون بسبب الرضاع ، جاء في تفسير الآلوسي : ( ثم إن المحرمية المبيحة لإبداء الزينة للمحارم كما تكون من جهة النسب تكون من جهة الرضاع ، فيجوز أن يبدين زينتهن لآبائهن أو أبنائهن من الرضاع تفسير الآلوسي 18/143
لأن المحرمية بسبب الرضاع كالمحرمية بسبب النسب تمنع النكاح على التأبيد بالنسبة لأطراف المحرمية ، وهذا ما أشار إليه الإمام الجصاص وهو يفسر هذه الآية فقال - رحمه الله - : ( لما ذكر الله تعالى مع الآباء ذوي المحارم الذين يحرم عليهم نكاحهن تحريماً مؤبداً ، دل ذلك على أن من كان في التحريم بمثابتهم فحكمه حكمهم مثل أم المرأة والمحرمات من الرضاع ونحوهم ) أحكام القرآن للجصاص 3/317 .
يحرم من الرضاع ما يحرم من النسب :
وقد جاء في السنة النبوية الشريفة : " يحرم من الرضاع ما يحرم من النسب " ، ومعنى ذلك أن المحارم للمرأة كما يكونون بسبب النسب يكونون أيضاً بسبب الرضاع ، فقد جاء في صحيح البخاري عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها قالت : ( إن أفلح أخا أبي قٌعيس جاء يستأذن عليها وهو عمها من الرضاعة بعد أن نزل الحجاب ، فأبيت أن آذن له ، فلما جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرته بالذي صنعت فأمر أن آذان له )
صحيح البخاري بشرح العسقلاني 9/150 وقد روى هذا الحديث الإمام مسلم ولفظه : ( عن عروة عن عائشة أنها أخبرته أن عمها من الرضاعة يسمى أفلح استأذن عليها فحجبته ، فأخبرت الرسول صلى الله عليه وسلم فقال لها : لا تحتجبي منه ، فإنه يحرم من الرضاعة ما يحرم من النسب ) صحيح مسلم بشرح النووي 10/22 .
محارم المرأة من الرضاع مثل محارمها من النسب :
وقد صرح الفقهاء متبعين ما دل عليه القرآن والسنة ، بأن محارم المرأة بسبب الرضاع مثل محارمها من النسب ، فيجوز لها أن تبدي زينتها لمحارمها من الرضاع كما تبدي زينتها لمحارمها من النسب ، ويحل لهم النظر من بدنها ما يحل لمحارمها من النسب من النظر إلى بدنها .
المحارم بسبب المصاهرة :
محارم المرأة بسبب المصاهرة هم الذين يحرم عليهم نكاحها على وجه التأبيد ، مثل زوجة الأب ، وزوجة الابن ، وأم الزوجة شرح المنتهى 3/7 .
فالمحرم بالمصاهرة بالنسبة لزوجة الأب هو ابنه من غيرها ، وبالنسبة لزوجة الابن هو أبوه ، وبالنسبة لأم الزوجة هو الزوج ، وقد ذكر الله تعالى في آية سورة النور : ( ولا يبدين زينتهن إلا لبعولتهن أو آبائهن أو آباء بعولتهن أو أبنائهن أو أبناء بعولتهن .. )v
وآباء بعولتهن وأبناء بعولتهن من محارم المرأة بالمصاهرة ، وقد ذكرهم الله تعالى مع آبائهن وأبنائهن وساواهم جميعاً في حق إبداء الزينة لهم . المغني 6/555



0 komentar:
Posting Komentar