“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 04 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Ketigabelas

Bait 27:
ومن مسائل الأحكام في التبع # يثبت ﻻ إذا استقل فوقع

27# "Dalam permasalahan hukum taba'(hukum yang diikutkan kepada hukum yang lain); ia tetap hukumnya ketika tidak berdiri sendiri".

Penjelasan:
Yaitu suatu hukum yang ditetapkan ketika mengikuti yang lain dan tidak ditetapkan ketika berdiri sendiri. Hukum-hukum sesuatu berbeda ketika tidak terkait dengan yang lain dan ketika mengikuti yang lain. Maka keadaan taba'(pengikut) kepada yang lain, ia memiliki hukum tersendiri ketika berdiri sendiri dan memiliki hukum (berbeda)ketika mengikuti yang lain.

Misalnya dalam jual beli: Tidak boleh menjual barang yang tidak jelas secara terpisah namun boleh ketika ia menjadi pengikut bagi yang lainnya dan ketidakjelasannya sedikit sekali misalnya pondasi tembok, dan yang tak terlihat pada sesuatu yang kelihatan. Dan binatang-binatang hasyarat (serangga bumi yang kecil dan biasanya mengalami tiga fase telur-ulat-kupu-kupu -pent) tidak boleh memakannya secara tersendiri dan boleh memakan ulat-ulat kecil dan yang sejenisnya yang terkandung dalam buah.

Dan talaq tidak jatuh dengan persaksian wanita. Namun apabila seorang wanita bersaksi bahwa dia yang telah menyusui istri dan suaminya maka pernikahan tersebut telah fasakh(rusak/batal) sebagai konsekwensi diterima persaksiannya dalam masalah persusuan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)