“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Keduapuluhtiga

Bait 37:
ومن أتى بما عليه من عمل قد استحق ما له على العمل
37# "Barang siapa yang memenuhi syarat suatu amalan maka dia berhak mendapatkan imbalan dari amalannya"

Penjelasan:
*Ini adalah kaidah mulia yang penuh dengan manfaat. Maknanya, bahwasannya upah atas sesuatu tidaklah berhak diterima sampai dia mengerjakan seluruh pekerjaannya. Jika mengerjakan sebagiannya maka dia berhak upah sekedar yang dikerjakannya. Dan bersumberkan kaidah ini ada beberapa permasalahan di antaranya: Ijarah (sewa menyewa) dan Ju'alah (sayembara).Orang yang menyewakan tidak berhak mendapat upah dan peserta sayembara tidak berhak mendapat hadiahnya, sampai orang yang menyewa mendapatkan manfaatnya dan peserta sayembara melakukan pekerjaannya.
Demikian pula seluruh syarat-syarat yang ada pada jual beli, pernikahan dan selainnya. Orang yang saling bertransaksi tidaklah berhak mendapatkan imbalannya sampai terpenuhi seluruh syaratnya.
* Dan termasuk dalam kaidah ini adalah seluruh bentuk ibadah yaitu bahwasannya orang yang beramal tidak berhak mendapatkan pahala ibadah yang sempurna sampai dia mengerjakannya dengan sempurna. Jika melakukan ibadah dan tidak menyempurnakannya maka dia mendapatkan pahala sesuai yang dikerjakannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)