“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Ketigapuluhdua

Bait 47:
والوَازِعُ الطَّبْعِيْ عن العِصْيان # كالوازع الشرعي بلا نُكْرانِ
#47 "Dorongan(wazi') tabiat untuk meninggalkan maksiat seperti dorongan syar'i (agar agar meninggalkannya juga), ini tidak diragukan lagi"
Wazi'(dorongan secara tabiat untuk mencegah) dari sesuatu mengharuskan untuk meninggalkannya. Maknanya adalah bahwa Alloh mengharamkan atas hamba-hambaNya berbagai keharaman sebagai bentuk penjagaan untuk mereka. Alloh mengadakan untuk mereka dorongan secara tabi'at agar meninggalkannya dan dorongan secara syar'i. Adapun perkara (keharaman) yang diminati jiwa dan disukainya maka ditetapkan baginya hukuman yang setimpal bagi kejahatannya baik ringan maupun berat.
Adapun perkara haram yang dijauhi jiwa maka tidak ada konsekwensi had karena sudah dicukupi adanya dorongan tabiat (untuk meninggalkannya) dan menjauhinya. Misalnya seperti makan barang-barang najis dan racun serta meminumnya. Maka yang demikian tidak ada konsekwensi hukuman atasnya karena tercukupi dengan ketidaksukaan jiwa atasnya, namun dia dihukum ta'zir sebagaimana seluruh kemaksiatan yang tidak ditetapkan hukuman atasnya

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)