“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Keduapuluhenam

Bait 40:
كل حكم دائر مع علته وهي التي قد أوجبت لشرعته

#40. "Setiap hukum berporos pada illat(sebab)nya; yaitu yang mengharuskan disyariatkannya (suatu hukum)"

Penjelasan:
Yakni bahwasannya ada atau tidaknya hukum berdasarkan pada illatnya. Jika dijumpai illatnya maka didapati pula hukumnya. Dan jika tidak ada illat maka tidak ada pula hukumnya. Illat inilah yang menyebabkan hukum disyariatkan.

Masuk pada kaidah ini permasalahan yang banyak, diantaranya: bahwasannya masyaqqah (kesulitan) dikaitkan padanya hukum-hukum yang banyak berupa keringanan-keringan dalam sholat, zakat, haji, umroh dan yang semacamnya. Apabila didapati kesulitan maka ada keringanan-keringanan yang dibangun di atasnya. Jika tidak ada kesulitan maka tidak ada hukum-hukum ini. Dan rincian tentang masyaqqah sudah ma'ruf dalam kitab-kitab fiqih.

Dan termasuk dalam hal ini: At-Taklif (pembebanan syariat) yaitu baligh dan berakal. Dikaitkan pada taklif ini permasalahan yang banyak berupa kewajiban-kewajiban dalam ibadah, sahnya akad dalam muamalah dan jinayat (pidana), dan kewajiban hukum had dan hukuman-hukuman seluruhnya dikaitkan dengan taklif. Ditegakkan dengan keberadaannya dan dihapuskan dengan ketiadaannya. Demikian pula Tamyiz, berakal dan Islam merupakan syarat bagi sahnya seluruh ibadah. Tidak sah ibadah kecuali denganya. Bahkan seluruh syarat-syarat hukum masuk dalam cakupan kaidah ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)