Alloh ta'ala berfirman:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
"Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka". (QS. An-Nisa': 80)
Yaitu: setiap orang yang mentaati Rasululloh dalam perintah-perintahnya dan larangan-larangannya maka dia telah mentaati Alloh -ta'ala- sebab tidaklah beliau memerintah atau melarang kecuali dengan perintah Alloh, syariatNya, wahyuNya dan yang diturunkanNya. Dan di dalam perintah ini menunjukkan kemaksuman rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- sebab Alloh memerintahkan untuk mentaati beliau secara mutlak. Seandainya beliau tidak maksum dalam setiap perkara yang beliau sampaikan dari Alloh niscaya Alloh tidak akan memerintahkan mematuhi beliau secara mutlak dan memuji hal tersebut. Dan ini termasuk hak-hak yang ada bagi Alloh dan RasulNya.
Sesungguhnya hak-hak (Alloh dan RasulNya) ada tiga:
(1). Hak untuk Alloh -ta'ala- tidak diperuntukkan kepada seorang pun dari makhlukNya, yaitu beribadah kepada Alloh dan berharap kepadaNya, dan yang semisal itu.
(2). Bagian hak yang dikhususkan untuk Rasul yaitu dengan menguatkan, memuliakan dan menolong beliau.
(3). Bagian hak yang sama-sama ada bagi Alloh dan rasulNya yaitu keimanan kepada Alloh dan rasulNya, mencintai keduanya, mentaati keduanya sebagaimana Alloh mengumpulkan kedua hak ini dalam firmanNya:
﴿لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا﴾
"agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang". (QS Al-Fath: 9)
Barang siapa yang mentaati Rasul maka dia telah mentaati Alloh. Dan dia mendapatkan pahala dan kebaikan sebagaimana yang didapatkan karena mentaati Alloh. Dan وَمَنْ تَوَلَّى "barang siapa yang berpaling" dari ketaatan kepada Alloh dan rasulNya maka tidaklah ia memudharatkan kecuali dirinya sendiri, dan tidaklah memudharatkan Alloh sedikit pun. فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا "maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka", yakni (tidaklah engkau diperintahkan) menjaga amal-amal mereka, keadaan-keadaan mereka bahkan Kami mengutusmu untuk menyampaikan, menjelaskan dan memberi nasehat dan engkau telah menunaikan kewajibanmu, dan pasti engkau mendapatkan pahala; sama saja apakah mereka mendapat petunjuk maupun tidak mendapat petunjuk; sebagaimana firman Alloh ta'ala:
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan". (QS Al-Ghasyiyah: 21)
(Tafsir As-Sa'dy)
أي: كل مَنْ أطاع رسول الله في أوامره ونواهيه ﴿فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ﴾ تعالى لكونه لا يأمر ولا ينهى إلا بأمر الله وشرعه ووحيه وتنزيله، وفي هذا عصمة الرسول ﷺ لأن الله أمر بطاعته مطلقا، فلولا أنه معصوم في كل ما يُبَلِّغ عن الله لم يأمر بطاعته مطلقا، ويمدح على ذلك.
وهذا من الحقوق المشتركة فإن الحقوق ثلاثة: حق لله تعالى لا يكون لأحد من الخلق، وهو عبادة الله والرغبة إليه، وتوابع ذلك. وقسم مختص بالرسول، وهو التعزير والتوقير والنصرة. وقسم مشترك، وهو الإيمان بالله ورسوله ومحبتهما وطاعتهما، كما جمع الله بين هذه الحقوق في قوله:﴿لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا﴾
فمَنْ أطاع الرسول فقد أطاع الله، وله من الثواب والخير ما رتب على طاعة الله ﴿وَمَنْ تَوَلَّى﴾ عن طاعة الله ورسوله فإنه لا يضر إلا نفسه، ولا يضر الله شيئًا ﴿فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا﴾ أي: تحفظ أعمالهم وأحوالهم، بل أرسلناك مبلغا ومبينا وناصحا، وقد أديت وظيفتك، ووجب أجرك على الله، سواء اهتدوا أم لم يهتدوا. كما قال تعالى: ﴿فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ﴾ الآية.



0 komentar:
Posting Komentar