“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 23 Maret 2020

Ilmu Alloh Meliputi Segala Sesuatu (Penjelasan QS Fathir Ayat 11)

Diterjemahkan dari kitab Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin -rahimahulloh-; hal 199-200

Ayat yang ketiga:
وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ
" Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya" (QS Fathir: 11)


* Maa (مَا) adalah maa nafiyah (peniadaan).
* lafadz  أُنثَىٰ adalah fa'il dari تَحْمِلُ namun mu'rob dengan dhommah muqoddaroh di akhirnya. Tidak dinampakkan karena "isytighal mahal" dengan harakat huruf jarr tambahan.
Di sini ada permasalahan: Bagaimana engkau katakan tambahan padahal di Al-Qur'an tidak ada tambahan?
Jawabnya: Bahwasannya ini adalah tambahan dari sisi i'rab ada pun dari sisi makna maka ini berfaidah dan tiada didapati dalam Al-Qur'an suatu tambahan yang tidak berfaidah. Oleh karenanya kita katakan: Ini adalah tambahan. Tambahan dengan artian tidak bertentangan dengan i'rab apabila dihilangkan. Tambahan dari segi makna yang ditambahkan padanya.
*FirmanNya: مِنْ أُنثَىٰ kata untsa (wanita) ini mencakup jenis manusia maupun hewan-hewan lainnya. Hewan yang mengandung jelas ia masuk dalam ayat ini; seperti sapi, onta, kambing dan yang serupa dengan itu. Dan termasuk pula di dalamnya yang mengandung telur seperti burung-burung; sebab telur dikandung dalam perut burung.

* FirmanNya:  وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ "dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya" permulaan hamil dengan pengetahuan Alloh dan dipenghujungnya dan keluarnya janin dengan pengetahuan Alloh -azza wa jalla- juga.


0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)