“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 23 Maret 2020

Ilmu Alloh Meliputi Segala Sesuatu (Penjelasan QS At-Tholaq 12)

Diterjemahkan dari kitab Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin -rahimahulloh-; hal 200-202

AYAT YANG KE-EMPAT:
FirmanNya:

لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

"agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu".(QS Ath-Tholaq: 12)

* Lafadz لِتَعْلَمُوٓا۟ "agar kamu mengetahui". Lam-anya lam ta'lil karena Alloh berfirman:
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَـٰوَ‌ٰتٍۢ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu".(QS At-Thalaq: 12)
Sesungguhnya Alloh telah menciptakan langit-langit yang tujuh ini dan bumi yang tujuh ini dan menjelaskan kepada kita akan hal itu agar kita mengetahui:"bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Al-Qudrah (kuasa) adalah sifat yang memungkinkan pelaku suatu perbuatan tanpa kelemahan sehingga Dia adalah Maha Berkuasa atas segala sesuau. Mampu mengadakan yang tidak ada dan mentiadakan yang ada. Langit-langit dan bumi awalnya tidak ada lalu Alloh -azza wa jalla- menciptakannya dan mengadakannya dengan susunan yang sempurna ini.

FirmanNya:
وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا
"dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu".(QS Ath-Tholaq: 12)
Segala sesuatu yang kecil maupun yang besar, yang terkait dengan perbuatanNya maupun perbuatan hambaNya, yang telah lampau, yang akan datang ataupun yang sedang terjadi. Semua itu -sungguh ilmu Alloh subhanahu wa ta'ala telah meliputinya.

Alloh -azza wa jalla- menyebutkan ilmu dan qudrah setelah penciptaan sebab penciptaan tidaklah akan sempurna kecuali dengan ilmu dan qudrah. Dan penciptaan menunjukkan kepada ilmu dan qudrah termasuk pada dalalah talazum (penunjukkan atas konskwensi). Dan telah berlalu penjelasannya bahwa nama menunjukkan akan sifat-sifat terbagi atas tiga macam.

Peringatan:
Disebutkan dalam tafsir Al-Jalalain -semoga Alloh mengampuni kita dan beliau- di akhir surat Al-Maidah disebutkan: "Akal mengecualikan Dzat-Nya; Dia tidak berkuasa atas Dzat-Nya".

Kita akan menyanggah ucapan ini dari dua sisi:
PERTAMA: Bahwasannya tidak ada ketetapan bagi akal terhadap perkara yang terkait dengan Dzat Alloh dan sifat-sifatNya bahkan tidak ada ketetapan akal pada seluruh permasalahan ghaib. Tugas akal hanya pasrah secara sempurna. Dan agar kita ketahui bahwa apa yang disebutkan Aloh dari perkara-perkara ini bukanlah yang tidak masuk akal. Karenanya dikatakan: sesungguhnya nash-nash itu tidaklah datang dengan perkara yang tidak masuk akal namun datang dengan hal yang logis yakni dengan sesuatu yang bisa dijangkau akal; sebab akal mendengar apa yang tidak dapat dijangkaunya dan tidak tergambar padanya.

KEDUA: perkataannya: "Dia tidak berkuasa atas Dzat-Nya" ini adalah kesalahan besar. Bagaimana Dia tidak berkuasa atas Dzat-Nya sedangkan Dia berkuasa atas selainnya. Ucapannya ini melazimkan bahwa Dia tidak mampu untuk beristiwa', tidak mampu berbicara, tidak mampu turun ke langit dunia, tidak mampu berbuat demikian dan demikian selamanya. Ini pemikiran yang berbahaya sekali.

Namun jika ada yang berkata: mungkin maksudnya: "Akal mengecualikan Dzat-Nya; Dia tidak berkuasa atas Dzat-Nya" yakni Dia tidak mampu menjadikan kekurangan pada diriNya.
Kita katakan: Sesungguhnya tafsiran ini tidaklah masuk pada keumuman (perkataan tersebut) sehingga butuh pada pengecualian dan pengkhususan karena kemampuan hanyalah terkait segala sesuatu yang mungkin, sebab sesuatu yang tidak mungkin bukanlah sesuatu (yang teranggap), tidak di luar dan tidak pula di dalam pikiran. Qudrah (kemampuan) tidaklah terkait dengan sesuatu yang mustahil berbeda dengan ilmu.

Maka selayaknya bagi setiap insan untuk beradab terhadap permasalahan terkait Rububiyah karena permasalahan ini adalah permasalahan yang agung. Dan wajib bagi seseorang terhadap permasalahan semacam ini untuk berserah diri dan menerimanya.
Dengan demikian kita memutlakkan apa yang Alloh mutlakkan dan kita katakan: Sesungguhnya Alloh maha berkuasa atas segala sesuatu tanpa terkecuali.

Dalam ayat ini terdapat sifat-sifat Alloh -ta'ala-: penetapan keumuman ilmu Alloh dengan bentuk perincian dan penetapan keumuman qudrah (kekuasaan/kemampuan) Alloh -ta'ala-.

Faidah Maslakiyah dari keimanan kepada ilmu dan qudrah yaitu kuatnya rasa muraqabah kepada Alloh (merasa di awasi Alloh) dan takut kepadaNya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)