“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 25 Maret 2020

Tafsir As-Sa'dy QS Al-Baqarah Ayat 115


وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ

"Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui" (QS Al-Baqarah: 115)

Syaikh Nashir As-Si'dy berkata dalam tafsirnya:
"Dan milik Allah timur dan barat." Dikhususkan penyebuta keduanya karena keduanya adalah tempat ayat-ayat yang agung. Keduanyalah tempat terbitnya cahaya dan tenggelamnya. Jika Alloh adalah pemiliknya tentunya Dia juga pemilik semua arah.

"Kemanapun kamu menghadapkan" wajah-wajah kalian jika kalian menghadapkannya dengan perintah Alloh, apakah memerintahkan kalian menghadap ka'bah setelah kalian diperintahkan menghadap baitul maqdis, atau kalian diperintahkan sholat dalam safar di atas hewan tunggangan dan selainnya. Maka sesungguhnya kiblat adalah kemanapun hamba menghadap atau yang dikiranya sebagai kiblat, lalu melakukan sholat dengan menghadap ke arahnya kemudian nampak baginya kekeliruan, atau dia memiliki udzur karena disalib, atau sakit atau yang semisalnya. Maka perkara-perkara ini, bisa jadi karena seorang hamba diberikan udzur atau diperintahkan. Dalam segala keadaan, tidaklah seorang hamba menghadap ke suatu arah yang keluar dari kerajaan Rabb-Nya.

"di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui" ini adalah penetapan wajah bagi Alloh -ta'ala- yang sesuai dengan keagungan Alloh -ta'ala-. Sesungguhnya Alloh memiliki wajah yang tidak diserupai oeh wajah apa pun. Alloh -ta'ala- sangat luas karuniaNya dan (memiliki) sifat-sifat yang agung. Maha mengetahui rahasia-rahasia kalian dan niat-niat kalian. Di antara keluasanNya dan ilmuNya; perintahNya meliputi kalian dan sebelum kalian. BagiNya seluruh pujian dan ucapan syukur.


أي: ﴿وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ﴾ خصهما بالذكر، لأنهما محل الآيات العظيمة، فهما مطالع الأنوار ومغاربها، فإذا كان مالكا لها، كان مالكا لكل الجهات.
﴿فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا﴾ وجوهكم من الجهات، إذا كان توليكم إياها بأمره، إما أن يأمركم باستقبال الكعبة بعد أن كنتم مأمورين باستقبال بيت المقدس، أو تؤمرون بالصلاة في السفر على الراحلة ونحوها، فإن القبلة حيثما توجه العبد أو تشتبه القبلة، فيتحرى الصلاة إليها، ثم يتبين له الخطأ، أو يكون معذورا بصلب أو مرض ونحو ذلك، فهذه الأمور، إما أن يكون العبد فيها معذورا أو مأمورا. وبكل حال، فما استقبل جهة من الجهات، خارجة عن ملك ربه.
﴿فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ﴾ فيه إثبات الوجه لله تعالى، على الوجه اللائق به تعالى، وأن لله وجها لا تشبهه الوجوه، وهو - تعالى - واسع الفضل والصفات عظيمها، عليم بسرائركم ونياتكم. فمن سعته وعلمه، وسع لكم الأمر، وقبل منكم المأمور، فله الحمد والشكر.

()

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)