“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 26 Mei 2020

Bab Bejana dari Emas dan Perak

Bab Kedua: Bejana-bejana. Di sini ada beberapa pembahasan.
Al-Aniyah yaitu bejana untuk menampung air dan yang lainnya. Baik terbuat dari besi maupun selainnya. Secara asal hukum menggunakannya adalah mubah, berdasarkan firman Alloh -ta'ala-:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
"Dia lah yang telah menciptakan untuk kalian segala sesutu yang ada di bumi" (QS Al-Baqarah: 29)

Permasalahan Pertama: Menggunkan bejana dari emas dan perak dan selainnya untuk bersuci.
Boleh menggunakan seluruh bejana untuk makan dan minum dan seluruh pemanfaatan selama suci dan mubah meskipun berharga karena hukum asalnya yaitu mubah selain bejana dari emas dan perak. Keduanya terlarang makan dan minum darinya secara khusus bukan seluruh penggunaan berdasarkan sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
لا تشربوا في آنية الذهب والفضة ولا تأكلوا في صحافها فإنها لهم في الدنيا ولكم في الآخرة
"Janganlah kalian minum dengan bejana emas dan perak dan janganlah kalian makan dengan piringnya sebab keduanya untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat" (HSR Bukhari & Muslim)

Dan berdasarkan sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
الذي يشرب في آنية الفضة إنما يجرجر في بطنه نار جهنم
"Orang yang minum dari bejana emas, menggelegak api jahannam dalam perutnya"(HSR Bukhari & Muslim)

Ini adalah dalil tentang larangan makan dan minum bukan seluruh pemanfaatan (bejana emas dan perak). Menunjukkan akan bolehnya menggunakannya untuk bersuci. Larangannya adalah umum mecakup bejana murni (dari emas atau perak) atau yang disepuh dari emas atau perak atau bejana yang mengandung emas dan perak.


الباب الثاني: في الآنية، وفيه عدة مسائل:
الآنية: هي الأوعية التي يحفظ فيها الماء وغيره، سواء كانت من الحديد أو من غيره. والأصل فيها الإباحة؛ لقوله تعالى: (هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا) [البقرة: ٢٩].
المسألة الأولى: استعمال آنية الذهب والفضة وغيرهما في الطهارة:
يجوز استعمال جميع الأواني في الأكل والشرب وسائر الاستعمال، إذا كانت طاهرة مباحة، ولو كانت ثمينة، لبقائها على الأصل وهو الإباحة، ما عدا آنية الذهب والفضة، فإنه يحرم الأكل والشرب فيهما خاصة، دون سائر الاستعمال؛ لقوله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (لا تشربوا في آنية الذهب والفضة ولا تأكلوا في صحافها فإنها لهم في الدنيا ولكم في الآخرة) (١)، وقوله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (الذي يشرب في آنية الفضة إنما يجرجر في بطنه نار جهنم) (٢) 
فهذا نصٌ على تحريم الأكل والشرب دون سائر الاستعمال، فدل على جواز استعمالها في الطهارة. والنهي عام يتناول الإناء الخالص، أو المُمَوَّه (٣) بالذهب أو الفضة، أو الذي فيه شيء من الذهب والفضة.


(١) رواه البخاري برقم (٥٤٢٦)، ومسلم برقم (٢٠٦٧).
(٢) رواه البخاري برقم (٥٦٣٤)، ومسلم برقم (٢٠٦٥).
(٣) المُمَوَّه: المطليّ.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)