“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 22 Mei 2020

Sisa Minuman Manusia dan Binatang Ternak


Pembahasan ke-6: Sisa (minuman) manusia dan binatang ternak

As-Su'r yaitu sesuatu yang tersisa di bejana (tempat minum) setelah ada yang meminum darinya. Ada pun manusia adalah suci dan sisanya juga suci baik seorang mukmin atau kafir, demikian pula orang junub maupun haid. Telah shahih riwayat bahwasannya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
المؤمن لا ينجس
"Mukmin itu tidaklah najis"(HR Muslim)
Dan riwayat dari 'Aisyah bahwasannya dia pernah minum dari gelas sedangkan dia sedang haid, lalu Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- mengambilnya (untuk minum) dan meletakkan bibir beliau dari bekas bibir Aisyah (HR Muslim).


Para ulama telah sepakat akan sucinya sisa minum dari binatang ternak dan yang selainnya yang halal dimakan. Ada pun binatang yang haram dimakan dagingnya seperti binatang buas bercakar, himar dan selainnya maka yang shahih adalah sisa minumnya suci dan tidak berpengaruh pada air terlebih lagi jika airnya banyak.

Adapun jika airnya sedikit dan berubah karena diminum darinya maka najis. Dalilnya adalah hadits terdahulu yang di dalamnya bahwasannya Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- ditanya tentang air dan hal yang menimpanya (mencemarinya) seperti binatang ternak dan binatang buas, beliau bersabda:

إذا بلغ الماء قلتين لم يحمل الخبث
"Jika air itu mencapai dua kullah maka tidak akan mengandung najis"
Dan sabda beliau tentang kucing yang telah minum di bejana:
إنها ليست بنجس، إنما هي من الطوافين عليكم والطوافات
"Kucing tidaklah najis. Dan ia termasuk hewan yang berkeliaran di sekelilingmu"(HR Ahmad dan At-Tirmidzi dan beliau berkata hadits hasan shahih)

Demikian itu karena umumnya sangat sulit untuk menghindarinya. Seandainya kita katakan sisa minumnya dan mengharuskan mencuci segala sesuatunya niscaya akan menimbulkan kesulitan dan hal itu terangkat dari umat ini. Ada pun sisa minum anjing maka najis demikian pula babi.
Ada pun babi; dari Abu Hurairah -radhiyallohu 'anhu- bahwa Rasululloh -shollallahu 'alaihi wa sallm- bersabda:

طهور إناء أحدكم إذا وَلَغَ (٢) فيه الكلب، أن يغسله سبع مرات، أولاهن بالتراب
"Sucinya bejana salah seorang di antara kalian apabila dijilt anjing adalah mencucinya tujuh kali dan yang pertama deng  debu"(HR Bukhari dan Muslim)

Ada pun babi maka kenajisannya, khabits dan kotornya adalah firman Alloh ta'ala:
فَإِنَّهُ رِجْسٌ
"Sesungguhnya ia kotor" (QS Al-An'am: 145)


*********

المسألة السادسة: أَسْاَر الآدميين وبهيمة الأنعام:
السُّؤر: هو ما بقي في الإناء بعد شرب الشارب منه، فالآدمي طاهر، وسؤره طاهر، سواء كان مسلماً أو كافراً، وكذلك الجنب والحائض، وقد ثبت أن رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: (المؤمن لا ينجس) (٦). وعن عائشة: أنها كانت تشرب من الإناء وهي حائض، فيأخذه رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فيضع فاه على موضع فيها (٧).
وقد أجمع العلماء على طهارة سؤر ما يؤكل لحمه من بهيمة الأنعام وغيرها.
أما ما لا يؤكل لحمه كالسباع والحمر وغيرها فالصحيح: أن سؤرها طاهر، ولا يؤثر في الماء، وبخاصة إذا كان الماء كثيراً.
أما إذا كان الماء قليلاً وتغيَّر بسبب شربها منه، فإنه ينجس.
ودليل ذلك: الحديث السابق، وفيه: أنه - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - سُئل عن الماء، وما ينوبه من الدواب والسباع، فقال: (إذا بلغ الماء قلتين لم يحمل الخبث)، وقوله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في الهرة وقد شربت من الإناء: (إنها ليست بنجس، إنما هي من الطوافين عليكم والطوافات) (١)،
 ولأنه يشق التحرز منها في الغالب. فلو قلنا بنجاسة سؤرها، ووجوب غسل الأشياء، لكان في ذلك مشقة، وهي مرفوعة عن هذه الأمة.
أما سؤر الكلب فإنه نجس، وكذلك الخنزير.
أما الكلب: فعن أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: (طهور إناء أحدكم إذا وَلَغَ (٢) فيه الكلب، أن يغسله سبع مرات، أولاهن بالتراب) (٣).
وأما الخنزير: فلنجاسته، وخبثه، وقذارته، قال الله تعالى: (فَإِنَّهُ رِجْسٌ) [الأنعام: ١٤٥]

(١) رواه البخاري برقم (١٨٩).
(٢) أخرجه البخاري برقم (٥٦٥١)، ومسلم برقم (١٦١٦).
(٣) جمع تَوْر، وهو: إناء يشرب فيه.
(٤) واحدتها: جَفنَة، وهي كالقصعة.
(٥) رواه مسلم برقم (٣٧١).
(٦) رواه مسلم برقم (٣٧١).
(٧) رواه مسلم برقم (٣٠٠).

].(١) أخرجه أحمد برقم (٥/ ٢٩٦) وأبو داود في كتاب الطهارة باب سؤر الهرة برقم (٧٥)، والترمذي في كتاب الطهارة باب ما جاء في سؤر الهرة برقم (٩٢) وقال: حديث حسن صحيح، وصححه الألباني (الإرواء رقم ٢٣).
(٢) وَلَغَ: شرب منه بلسانه.
(٣) رواه البخاري (١٧٢)، ومسلم برقم (٢٧٩) - ٩١، واللفظ لمسلم.
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)