“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Minggu, 26 Juli 2020

Bagian Ketiga: Bersiwak Dengan Apa?

Disunnahkan bersiwak dengan ranting yang basah dan tidak remuk serta tidak melukai mulut. Sesungguhnya Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- beraiwak dengan ranting Araak. Beliau bersiwak dengan tangan kanan atau kiri. Permasalahan ini luas (ada keleluasaan untuk bersiwak dengan tangan kanan atau kiri).
Apabila beliau tidak memiliki ranting yang bisa dipakai bersiwak ketika wudhu maka beliau mencukupkannya bersiwak dengan jari-jarinya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib -radhiyallohu 'anhu- dalam shifat wudhu' Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-. (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam musndnya dan dishahihkan Ibnu Hajar dalam At-Takhlis)

Diterjemahkan dari Kitab Fiqih Muyassar.

المسألة الثالثة: بم يكون؟
يسن أن يكون التسوك بعود رطب لا يتفتت، ولا يجرح الفم؛ فإن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كان يستاك بعود أراك (١). وله أن يتسوك بيده اليمنى أو اليسرى، فالأمر في هذا واسع.
فإن لم يكن عنده عود يستاك به حال الوضوء، أجزأه التسوك بأصبعه، كما روى ذلك عليُّ بن أبي طالب - رضي الله عنه - في صفة وضوء النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -. (٢)

١) الأرَاك: شجر من الحمض يستاك بقضبانه، واسمه الكَبَاث.
(٢) أخرجه أحمد في المسند (١/ ١٥٨)، وصححه ابن حجر في التلخيص الحبير (١/ ٧٠).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)