“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 21 Agustus 2020

Manfaat Bersiwak

Pembahasan keempat: manfaat bersiwak.
Dan di antara faidah bersiwak yang paling penting adalah sebagaimana yang ada pada hadits sebelumnya yaitu alat pembersih mulut di dunia dan mendatangkan ridho Alloh di akhirat. Selayaknya bagi seorang muslim untuk menjaga sunnah ini dan tidak meninggalkannya karena di dalamnya mengandung faidah-faidah yang sangat besar. Terkadang waktu berlalu atas sebagian kaum muslimin sebulan atau dua bulan namun mereka tidak bersiwak, entah karena malas atau pun karena bodoh. Mereka inilah yang telah terluput darinya pahala yang agung faidah yang banyak karena sebab mereka meninggalkan sunnah yang senantiasa diamalkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- yang hampir-hampir beliau memerintahkan kepada umatnya dengan perintah wajib seandainya saja beliau tidak khawatir akan memberatkan. Dan disebutkan manfaat lain dari siwak yaitu: menguatkan gigi, mengencangkan gusi, menjernihkan suara dan menjadikan hamba semangat.

Diterjemahkan dari kitab fiqih muyassar.
المسألة الرابعة: فوائد السواك:
ومن أهمها ما ورد في الحديث السابق: أنه مطهرة للفم في الدنيا مرضاة للرب في الآخرة. فينبغي للمسلم أن يتعاهد هذه السنة، ولا يتركها؛ لما فيها من فوائد عظيمة. وقد يمر على بعض المسلمين مدة من الوقت كالشهر والشهرين وهم لم يتسوكوا إما تكاسلاً وإما جهلاً، وهؤلاء قد فاتهم الأجر العظيم والفوائد الكثيرة؛ بسبب تركهم هذه السُّنةَ التي كان يحافظ عليها النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وكاد يأمر بها أمته أَمْرَ إيجاب، لولا خوف المشقة.
وقد ذكروا فوائد أخرى للسواك، منها: أنه يقوي الأسنان، ويشد اللثة، وينقي الصوت، وينشط العبد.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)