“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 24 November 2020

Pembagian Asmaul Husna dari sisi Pemutlakannya kepada Alloh -'azza wa jalla-



Pertanyaan: Berapa macam pembagian asmaul husna dari sisi pemutlakannya kepada Alloh 'azza wa jalla?

Jawab:
Di antara nama-nama Alloh ada yang dimutlakkan kepada Alloh secara tersendiri maupun dengan nama yang lain, yaitu yang mengandung sifat kesempurnaan dengan mutlak. Seperti  Al-Hayyu (Maha Hidup), Al-Qayyum(Maha Mengurusi MakhlukNya), Al-Ahad (Maha Esa), As-Shomad (Tempat bergantung bagi para makhlukNya).

Dan di antara nama-nama Alloh ada yang dimutlakkan hanya dengan muqabalahnya (sifat kebalikannya).
Yaitu, apabila disebutkan sendirian mengesankan sifat yang kurang seperti Adh-Dhaar (yang memberi mudharat) An-Nafii' (Yang memberi manfaat), Al-Khafidh (Yang Merendahkan) Ar-Rafii' (Yang Meninggikan), Al-Mu'thi (Yang Memberi Karunia) Al-Manii' (Yang Menghalangi),  Al-Mu'izz (Yang Memuliakan) Al-Mudzill (Yang Menghinakan) dan yang semisalnya. Tidak boleh memutlakkan Adh-Dhar (Yang Memberi mudharat), Al-Khafidh (Yang Merendahkan), Al-Manii' (Yang Menghalangi) dan Al-Mudzill (Yang Menghinakan) secara sendirian. Dan nama-nama itu tidak dimutlakkan sama sekali dalam wahyu, dalam Al-Qur'an tidak pula dalam As-Sunnah. Demikian pula namaNya Al-Muntaqim (Pemilik siksaan) tidaklah disebutkan dalam Al-Qur'an kecuali dengan menyebutkan hal yang berkaitan dengannya seperti firman Alloh ta'ala:
إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
"Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa" (QS Sajdah: 22)
Atau dengan menyandarkan ذو (pemilik) kepada sifat yang musytaq darinya sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
"Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman"(QS Ali Imron: 4)




[أقسام الأسماء الحسنى من جهة إطلاقها على الله عز وجل]
س: كم أقسام الأسماء الحسنى من جهة إطلاقها على الله عز وجل؟
جـ: منها ما يطلق على الله مفردا أو مع غيره، وهو ما تضمن صفة الكمال بأي إطلاق، كالحي القيوم الأحد الصمد ونحو ذلك، ومنها ما لا يطلق على الله إلا مع مقابله، 
وهو ما إذا أفرد أوهم نقصا كالضار النافع، والخافض الرافع، والمعطي المانع، والمعز المذل، ونحو ذلك، فلا يجوز إطلاق الضار ولا الخافض ولا المانع ولا المذل على انفراده، ولم يطلق قط شيء منها في الوحي كذلك لا في الكتاب ولا في السنة، ومن ذلك اسمه تعالى المنتقم، لم يطلق في القرآن إلا مع متعلقه كقوله تعالى: {إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ} [السجدة: ٢٢] أو بإضافة ذو إلى الصفة المشتق منها كقوله تعالى: {وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ} [آل عمران: ٤] .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)