“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 18 Maret 2022

Fikih Muyassar: Bagaimanakah Seharusnya Muadzin itu?

Bab Kedua: Adzan dan Iqomah.
Pembahasan ketiga: Sifat sifat yang dianjurkan bagi muadzin.
1). Hendaklah muadzin seorang yang adil (sholih) dan amanah; sebab dia adalah orang yang dipercaya dalam masalah waktu sholat dan puasa sehingga dikhawatirkan dia menipu manusia dengan adzannya jika tidak memiliki sifat ini.
2). Hendaklah dia seorang yang baligh dan berakal; dan sah juga adzan anak kecil dan mumayyiz.
3. Hendaklah dia memahami waktu -waktu sholat agar bisa menelitinya sehingga dia mengumandangkan adzan di awal waktu. Jika dia bukanlah orang yang paham (waktu-waktu sholat) bisa jadi dia salah keliru keliru. 
4). Hendaklah dia orang yang suaranya nyaring¹ agar bisa didengar manusia.
5). Hendaklah ia suci dari hadats kecil maupun besar.
6). Hendaklah dia mengumandangkan adzan sambil berdiri menghadap kiblat.
7). Hendaklah dia memasukkan kedua jari telunjuknya ke kedua telinganya dan hendaklah dia memalingkan wajahnya ke kanan tatkala melantunkan "hayya alas sholah" dan memalingkan ke kiri tatkala mengucapkan "hayya alal falaah".
8). Hendaklah dia perlahan lahan - tidak tergesa gesa- ketika adzan dan cepat-cepat ketika iqamah.

Bersambung in syaa Alloh...

📚 Diterjemahkan dari Kitab Al-Fiqih Al-Muyassar fi Dhouil Kitabi was Sunnah hal 46.

Note:
1. Suaranya keras 

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)