“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Sabtu, 26 Maret 2022

Fikih Muyassar: Sifat Adzan dan Iqomah

Bab Kedua: Adzan dan Iqomah.
Pembahasan Keempat: Sifat Adzan dan Iqomah 
Tata cara adzan dan Iqomah: 
Adzan dan Iqomah memiliki tatacara yang telah dijelaskan oleh nash-nash nabawiyah. Di antaranya adalah hadits Abu Mahdzurah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam mengajarinya adzan secara pribadi; beliau bersabda: Kau ucapkan:

اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ؛ اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
 أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ؛ أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ؛ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ؛
لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
Artinya
Alloh Maha besar, Alloh Maha besar (2x)
Aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh (2x)
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh (2x)
Marilah menegakkan sholat (2x) 
Marilah menuju kemenangan (2x)
Alloh Maha besar Alloh Maha besar (1x)
Tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh (1x)¹

Adapun lafadz iqamah yaitu:
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ
Artinya:
"Alloh Maha besar, Alloh Maha besar;
Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh,
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh;
Marilah menuju sholat;
Marilah menuju kemenangan;
Sholat telah ditegakkan, sholat telah ditegakkan;
Alloh Maha besar, Alloh Maha besar,
Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh".

Hal ini berdasarkan hadist Anas radhiyallohu anhu.
ﺃﻣﺮ ﺑﻼﻝٌ ﺃﻥ ﻳﺸﻔﻊ اﻷﺫاﻥ، ﻭﺃﻥ ﻳﻮﺗﺮ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﺇﻻ اﻹﻗﺎﻣﺔ
"Bilal diperintahkan untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah kecuali lafadz iqamah" ²

Sehingga kalimat adzan dua kali dua kali sedangkan lafadz iqamah sekali sekali kecuali ucapan "Qad Qaamatis sholah" dibaca dua kali berdasarkan hadits terdahulu.
 
Ini adalah sifat adzan dan iqamah yang dianjurkan sebab Bilal mengumandangkan adzan baik mukim maupun dalam perjalanan bersama Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam hingga beliau wafat. 
Jika Muadzin mentarji'³ dalam adzan atau menggenapkan iqamah maka ini tidak mengapa sebab ini masuk ranah ikhtilaf(beda pendapat) yang diperbolehkan. Dan di sunnahkan pada adzan subuh setelah mengucapkan "Hayya alal Falaah" melantunkan   اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ (ash Sholaatu khoirum  minan nauum)⁴ "Sholat itu lebih utama dari pada tidur" dua kali sebagaimana yang diriwayatkan Abu Mahdzurah bahwa Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﺫاﻥ اﻟﺼﺒﺢ ﻗﻠﺖ: اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ
"Jika pada adzan Subuh maka engkau ucapkan: ash Sholaatu khoirum  minan nauum (Sholat itu lebih utama dari pada tidur)"⁵.


__________

Note:
1. Diriwayatkan Abu Dawud no 503, Ibnu Majah no 708 dan dishahihkan Syaikh Al Albani ( Sahih Sunan Ibnu Mamah no 581)
2. Diriwayatkan Al Bukhari no 605 dan Muslim no 378, dan lafadz ini milik Al Bukhari.
3. Tarjih yaitu mengulang. Yaitu, merendahkan suaranya di dua kalimat syahadat kemudian mengulanginya dengan suara tinggi sebagaimana yang diriwayatkan Abu Dawud no 503.
4. Yaitu At Tatswib dari kata ﺛﺎﺏ ﻳﺜﻮﺏُ artinya kembali. Tatkala Muadzin mengucapkan kalimat ini di sholat subuh maka dia kembali darinya kepada ucapan yang mengandung anjuran untuk Segera menuju sholat.
5. Diriwayatkan An Nasa'i (2/7, 8) dan dishahihkan syaikh Al Albani (Sahih Sunan An Nasai  no 628).


اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ اﻟﺮاﺑﻌﺔ: ﻓﻲ ﺻﻔﺔ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ:
ﻛﻴﻔﻴﺔ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ: ﻭﻟﻬﻤﺎ ﻛﻴﻔﻴﺎﺕ ﻭﺭﺩﺕ ﺑﻬﺎ اﻟﻨﺼﻮﺹ اﻟﻨﺒﻮﻳﺔ، ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﺟﺎء ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻣﺤﺬﻭﺭﺓ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻋﻠﻤﻪ اﻷﺫاﻥ ﺑﻨﻔﺴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﺗﻘﻮﻝ: اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪاً ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪاً ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻼﺡ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻼﺡ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ) (2) .
ﻭﺃﻣﺎ ﺻﻔﺔ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﻓﻬﻲ: (اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪاً ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻼﺡ، ﻗﺪ ﻗﺎﻣﺖ اﻟﺼﻼﺓ ﻗﺪ ﻗﺎﻣﺖ اﻟﺼﻼﺓ، اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ، ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ) ؛ ﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻧﺲ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -

ﻗﺎﻝ: (ﺃﻣﺮ ﺑﻼﻝٌ ﺃﻥ ﻳﺸﻔﻊ اﻷﺫاﻥ، ﻭﺃﻥ ﻳﻮﺗﺮ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﺇﻻ اﻹﻗﺎﻣﺔ) (1) .
ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻛﻠﻤﺎﺕ اﻷﺫاﻥ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﻣﺮﺗﻴﻦ، ﻭﻛﻠﻤﺎﺕ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﻣﺮﺓ ﻣﺮﺓ، ﺇﻻ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ: (ﻗﺪ ﻗﺎﻣﺖ اﻟﺼﻼﺓ) ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻣﺮﺗﻴﻦ؛ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﻤﺎﺿﻲ.
ﻓﻬﺬﻩ ﺻﻔﺔ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ اﻟﻤﺴﺘﺤﺒﺔ؛ ﻷﻥ ﺑﻼﻻً ﻛﺎﻥ ﻳﺆﺫﻥ ﺑﻪ ﺣﻀﺮاً ﻭﺳﻔﺮاً ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻣﺎﺕ. ﻭﺇﻥ ﺭَﺟﻊ (2) ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ، ﺃﻭ ﺛﻨَّﻰ اﻹﻗﺎﻣﺔ، ﻓﻼ ﺑﺄﺱ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﻦ اﻻﺧﺘﻼﻑ اﻟﻤﺒﺎﺡ. ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺃﺫاﻥ اﻟﺼﺒﺢ ﺑﻌﺪ ﺣَﻲَّ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻼﺡ: اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ (3) ﻣﺮﺗﻴﻦ؛ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﻣﺤﺬﻭﺭﺓ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: (ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﺫاﻥ اﻟﺼﺒﺢ ﻗﻠﺖ: اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ) (4) .

(2) ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﺑﺮﻗﻢ (503) ، ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﺑﺮﻗﻢ (708) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (ﺻﺤﻴﺢ ﺳﻨﻦ اﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﺑﺮﻗﻢ 581) .

(1) ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ (605) ، ﻭﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (378) ﻭاﻟﻠﻔﻆ ﻟﻠﺒﺨﺎﺭﻱ.
(2) اﻟﺘﺮﺟﻴﻊ: اﻟﺘﺮﺩﻳﺪ، ﺑﻤﻌﻨﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺨﻔﺾ ﺻﻮﺗﻪ ﻓﻲ اﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ، ﺛﻢ ﻳﻌﻴﺪﻫﻤﺎ ﺑﺮﻓﻊ اﻟﺼﻮﺕ، ﻛﻤﺎ ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﺑﺮﻗﻢ (503) .
(3) ﻭﻫﻮ اﻟﺘﺜﻮﻳﺐ، ﻣﻦ ﺛﺎﺏ ﻳﺜﻮﺏُ: ﺇﺫا ﺭﺟﻊ، ﻓﺎﻟﻤﺆﺫﻥ ﺣﻴﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﻫﺬﻩ اﻟﺠﻤﻠﺔ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ اﻟﺼﺒﺢ، ﻓﻬﻮ ﺭﺟﻮﻉ ﻣﻨﻪ ﺇﻟﻰ ﻛﻼﻡ ﻓﻴﻪ اﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺒﺎﺩﺭﺓ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ.
(4) ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ (2/7، 8) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (ﺻﺤﻴﺢ ﺳﻨﻦ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﺑﺮﻗﻢ 628) .

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)