“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Minggu, 12 Juni 2022

MOTIVASI AGAR BERSABAR DALAM BERDAKWAH

Penanya: Sebagian pemuda yang berpegang dengan agamanya harus berjuang meskipun di rumah orang tuanya sendiri. Sebab mereka harus berjuang melawan kemungkaran yang masuk di rumah-rumah (mereka) yang merusak hati-hati manusia. Mohon bimbingan dari anda.

Jawaban Syaikh Bin Baz -rahimahullah-:
Wajib baginya untuk bersabar. Baik pemuda maupun selain pemuda haruslah bersabar. Jika ada musibah di rumahnya hendaklah dia bersabar. Ini adalah zaman kesabaran. Ini adalah zaman fitnah dan ujian. Hendaklah dia bersabar dan berjuang semampunya serta memohon ampunan Allah atas hal tersebut. 
Jika dia mampu tinggal di suatu rumah sendirian, karena mereka tidak mau menyambutnya (utk meninggalkan kemungkaran) dan tidak mau menurutinya untuk menghilangkan kemungkaran maka tidak mengapa dia pisah rumah sendiri jika mampu. Jika tidak bisa, hendaklah dia berusaha sungguh-sungguh dan bertaqwa kepada Allah. Allah tidak membebani hamba kecuali sebatas kemampuannya dan janganlah dia turut menghadiri kemungkaran.

Tahapan mengingkari kemungkaran ada tiga: Dengan tangan, kemudian dengan lisan kemudian dengan hati. Pertama dengan tangan jika dia mampu. Jika dia adalah pemilik rumah, dia mampu melakukan apa yang dia mampui. Jika dia bukan pemilik rumah, bahkan dia terpaksa tinggal bersama orang tuanya dan kakak-kakaknya maka dia mengingkari dengan lisan semampunya. Jika mereka tidak memperdulikannya maka ia ingkari dengan hatinya. Jika dia mampu memisahkan diri tinggal di rumah sendiri hendaklah ia lakukan. Itulah jihad di kehidupan ini, kehidupan jihad, negeri jihad; harus sabar. Harus berjihad sesuai kemampuan. Bertaqwalah kepada Allah sesuai kemampuanmu.

Penanya: Apakah ini termasuk jihad?
Syaikh: Tidak diragukan; mengingkari kemungkaran termasuk jihad.


الحث على الصبر في الدعوة إلى الله
السؤال:
بعض الشباب المتمسك بدينه أصبح يحارب حتى في بيوت آبائه؛ لأنهم يحاربون المنكرات التي دخلت البيوت التي أفسدت قلوب الناس، نرجو توجيهكم.
الجواب:
عليه أن يصبر، على الشباب، وعلى غير الشباب أن يصبر، إذا دخل البلاء البيت عليه أن يصبر، هذا زمان الصبر، وزمان الفتن والمحن، عليه أن يصبر، ويجاهد حسب طاقته، ويسأل الله العون على ذلك.

وإذا استطاع أن يستقل بنفسه في بيت وحده إذا لم يستجيبوا له، ولم يطاعوه على إزالة المنكرات، فلا مانع أن يستقل إن استطاع في بيت وحده، وإذا لم يستطع فليجاهد، وليتق الله، ولا يكلف الله نفسًا إلا وسعها، ولا يحضر المنكر.

فدرجات إنكار المنكر ثلاث: اليد، ثم اللسان، ثم القلب، الأول بيده إذا استطاع، إذا كان رب البيت هو يستطيع أن يفعل ما يقدر عليه، وإذا كان ليس هو رب البيت، بل مجبور معه آباؤه، معه أبوه وإخوانه الكبار؛ فلينكر ما استطاع بلسانه، فإن لم يستجيبوا؛ أنكر بقلبه، فإن استطاع أن يفارق، ويستقل في بيت فعل ذلك، فهو جهاد هذه الحياة، حياة الجهاد، ودار الجهاد، فلا بدّ من الصبر، ولا بدّ من المجاهدة حسب الطاقة، فاتقوا الله ما استطعتم . 

السؤال: يعتبر هذا في الجهاد؟

الجواب: ما في شك، إنكار المنكرات من الجهاد.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)