“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 31 Oktober 2022

FATHUL MAJID 185-186: BERDO'ALAH HANYA KEPADA ALLAH


Penulis -rahimahullah- berkata:
Firman Allah ta'ala:
أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ
"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?" (QS An Naml: 62)

PENJELASAN:
Allah ta'ala menjelaskan bahwa orang-orang musyrik dari kalangan Arab maupun selainnya mengetahui bahwa tidak ada yang bisa mengabulkan doa orang yang sedang dalam kesulitan dan menghilangkan kesusahan kecuali hanya Allah saja. Allah Subhanahu wa taala menyebutkan hal ini untuk membantah mereka karena menjadikan penolong selainNya. Oleh karenanya Allah berfirman: "Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?" Yaitu yang mampu melakukan hal itu.

Oleh karena tuhan-tuhan mereka tidak mampu mengabulkan doa  ketika mereka dalam kondisi terdesak maka tidak layak menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah yang mampu mengabulkan doa orang orang yang mengalami kesulitan ketika berdoa kepadanya dan menghilangkan kesusahan. Ini penafsiran ayat yang paling shahih sebagaimana ayat-ayat sebelumnya:

أَمَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهۡجَةٖ مَّا كَانَ لَكُمۡ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ يَعۡدِلُونَ # أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ

Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut?Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS An Naml: 60-61)

Dan ayat setelahnya hingga firmanNya:
أَمَّن يَهۡدِيكُمۡ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦٓۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ # أَمَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ


Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan. Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar.” (QS An Naml: 63-64)

Renungkanlah ayat-ayat ini sehingga jelas bagimu bahwa Allah ta'ala membantah orang-orang musyrik dengan sesuatu yang mereka akui terhadap apa yang mereka ingkari yaitu beribadah hanya kepada Allah saja. Sebagaimana dalam surat Al Fatihah:
إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ
"Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan" (Al Fatihah: 5)

Abu Ja'far bin Jarir berkata:  
"FirmanNya:
أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ

"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat". (QS An Naml: 62)

Allah ta'ala mengatakan: "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang kalian jadikan sekutu bagi Allah, ataukah Allah yang mampu mengabulkan doa orang yang sedang dalam kesulitan ketika dia berdoa kepadaNya dan mampu menghilangkan kesusahan yang datang?
FirmanNya:
وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ
"menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi"
Yaitu menjadikan para penerus di muka bumi setelah orang-orang di antara kalian meninggal. Mereka hidup menggantikannya.

FirmanNya:
أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ
"Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?" Yaitu apakah ada tuhan-tuhan lain yang mampu melakukan demikian untuk kalian dan memberikan nikmat-nikmat yang demikian ini pada kalian?

FirmanNya:
قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ
"Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat" yaitu kalian ingatnya cuma sedikit terhadap keagungan dan pertolonganNya. Kalian mengingat dan mengambil ibrah terhadap hujah-hujah Allah cuma sedikit saja. Oleh karenanya kalian mensekutukan Allah dengan selainNya dalam peribadahan.

Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahulloh 
Terbitan Muassasah Zaad Hal 185 - 186.   

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)