Syarah Ushul Tsalaatsah Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh hal 4-5.
Pertama: Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal NabiNya dan mengenal Islam beserta dalil dalilnya.
Penjelasan:
Perkataan penulis "Ma'rifatullah (mengenal Allah)" yaitu mengenal Allah azza wa jalla dengan hati. Ma'rifah yang berkonsekwensi menerima syariatNya, tunduk dan patuh kepadaNya, berhukum dengan syariat yang dibawa oleh RasulNya -Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam- . Seorang hamba mengenal TuhanNya dengan merenungkan ayat-ayat syar'iyyah yang terdapat dalam kitab Allah azza wa jalla dan Sunnah rasulNya -shallallahu'alaihi wasallam- . Dan juga dengan memperhatikan ayat-ayat kauniyah yaitu makhluk-makhlukaNya. Tatkala seseorang mengamati ayat-ayat ini maka bertambahlah pengetahuannya dalam mengenal pencipta dan sesembahanNya. Allah -azza wa jalla- berfirman:
وَفِی ٱلۡأَرۡضِ ءَایَـٰتࣱ لِّلۡمُوقِنِینَ وَفِیۤ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ
"Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang meyakini. Dan juga dalam dirimu. Apakah kalian tidak melihatnya" (QS Adz Dzariyat: 20-21)
Perkataan penulis: "Ma'rifatu Nabiyyihi (mengenal NabiNya), yaitu mengenal utusanNya, Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Ma'rifah yang berkonsekwensi menerima petunjuk dan agama yang benar yang beliau bawa, membenarkan segala sesuatu yang beliau kabarkan, mentaati perintahnya, menjauhi larangannya, berhukum dengan syariatnya dan ridha dengan ketetapannya. Allah ta'ala berfirman:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا یُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ یُحَكِّمُوكَ فِیمَا شَجَرَ بَیۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا یَجِدُوا۟ فِیۤ أَنفُسِهِمۡ حَرَجࣰا مِّمَّا قَضَیۡتَ وَیُسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمࣰا
"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya". (QS An Nisa: 65)
إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذَا دُعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِیَحۡكُمَ بَیۡنَهُمۡ أَن یَقُولُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
"Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka,mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS An Nur: 51)
فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا
"Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`ān) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". (QS An-Nisa': 59)
Allah berfirman,
فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih". (QS An-Nur: 63)
Imam Ahmad rahimahulloh berkata: "Tahukah kamu apa fitnahnya? Fitnahnya ada kesyirikan. Bisa jadi tatkala dia menolak sebagian ucapan beliau berakibat ada penyimpangan dalam hatinya sehingga dia binasa"
Perkataan penulis:
"Mengenal agama Islam"
Islam dengan makna umum yaitu beribadah kepada Allah dengan syariatNya sejak Dia mengutus para Rasul hingga hari kiamat sebagaimana yang Allah 'azza wa jalla sebutkan dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa syariat terdahulu semuanya adalah Islam. Allah ta'ala berfirman tentang Ibrahim:
رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةٗ مُّسۡلِمَةٗ لَّكَ
"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu"(QS Al-Baqarah:128)
Ada pun Islam bermakna khusus sejak diutusnya Nabi shollallohu alaihi wa sallam hanya dikhususkan dengan syariat yang beliau bawa. Sebab syariat yang dibawa Nabi shollallohu alaihi wa sallam menggantikan seluruh syariat terdahulu.
Sehingga orang yang mengikuti beliau adalah muslim dan yang menyelisihi beliau bukan muslim. Pengikut para rasul adalah kaum muslim di zamannya. Oleh karenanya Yahudi adalah muslim pada zaman Musa Shallallahu Alaihi Wasallam. Nasrani adalah muslim pada masa Isa Shallallahu Alaihi Wasallam. Adapun semenjak diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mereka mengingkari beliau sehingga bukan muslim. Agama Islam ini adalah agama yang diterima Allah dan bermanfaat bagi penganutnya. Allah berfirman:
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam". (QS Ali 'Imran: 19)
FirmanNya:
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi". (QS Ali Imron: 85)
Islam di sini adalah Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Agama inilah yang Allah anugerahkan kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan umatnya. Allah ta'ala:
ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰاۚ
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu" (QS Al Maidah: 3)
Ucapan penulis:
"Dengan dalil-dalilnya"
Lafadz الأدلة bentuk jamak dari دليل
yaitu yang memberi petunjuk kepada yang dibutuhkan. Dalil-dalil untuk mengetahui hal tersebut di atas adalah dalil syam'iyah dan akal. Adapun dalil Syamsiah yaitu yang ditetapkan dengan wahyu yaitu Alquran dan as-sunnah. Dalil akal yaitu yang ditetapkan melalui penelitian dan pengamatan. Allah Azza wa Jalla banyak menyinggung hal ini dalam kitabnya di banyak ayat. Allah berfirman (misalnya): "Di antara tanda-tanda kekuasaanNya demikian dan demikian". Demikian pula banyak dalil akal yang menunjukkan kepada Allah ta'ala.
Adapun mengenal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melalui dalil sam'iyyah misalnya dalam firman Allah ta'ala:
مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia..." (QS Al-Fath: 29)
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُۚ
"Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul,sebelumnya telah berlalu beberapa rasul". (QS Ali 'Imran: 144)
Adapun dalil akal dengan mengamati dan memperhatikan tanda-tanda yang demikian jelas yang beliau bawa yang paling Agung adalah kitab Allah Azza wa Jalla Alquran yang berisikan berita-berita yang benar lagi bermanfaat dan hukum-hukum yang mengandung kemaslahatan dan keadilan. Demikian pula hal-hal luar biasa yang terjadi melalui beliau dan berita-berita gaib yang beliau sampaikan yang tidak mungkin diketahui kalau bukan lewat wahyu yang hal itu telah terbukti menjadi nyata.



0 komentar:
Posting Komentar