“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Minggu, 08 Januari 2023

Tiga Masalah Penting Yang Wajib Diketahui Seorang Hamba

 


(Diterjemahkan dari Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah  Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahulloh hal 19-20).
Tiga Landasan Utama yang Wajib Diketahui Seorang Hamba
Pertama: Pengetahuan Hamba akan Rabb-nya.
Penulis rahimahullah berkata:


فإذا قبل لَكَ: مَا الأُصُولُ (١) الثَّلاثَةُ التِي يَجِبُ عَلَى الإنسان معرفتها (٢) ؟ فقل: معرفة العبد ربه (٣) و دينه،(٤) ونبيه محمداً صلى الله عليه وسلم (٥)

"Jika ditanyakan kepadamu, apa tiga landasan pokok(1) yang wajib diketahui oleh setiap manusia(2)?
Maka jawablah: 'Pengetahuan hamba akan Rabb (Tuhan)nya(3), agamanya(4), dan nabinya Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam(5)".

____________________
1. Ushul (الأُصُولُ) jamak dari أصل, yaitu pondasi yang di atasnya dibangun sesuatu.
Contohnya أصل الجدار (pondasi dinding) yaitu sesuatu yang menjadi penopangnya, وأصل الشجرة (pangkal pohon) yang dahan-dahannya berasal dari situ. Allah ta'ala berfirman:


أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit" (Ibrahim: 24)

Penulis rahimahullah dengan tiga landasan pokok ini ingin memberi isyarat pada tiga hal penting yang akan ditanyakan kepada hamba di alam kuburnya yaitu: Siapa Tuhanmu? Ap agamamu? Dan Siapa nabimu?

2. Penulis rahimahulloh menyampaikan masalah ini dengan pertanyaan agar seseorang memberikan perhatian kepadanya. Sebab, ini adalah masalah penting dan utama. Beliau mengatakan: Sesungguhnya ini adalah tiga prinsip penting yang wajib diketahui setiap orang, karena dia akan ditanya masalah ini di alam kuburnya. Tatkala telah dikubur dan para pengantarnya telah berlalu, dua orang malaikat datang kepadanya lalu mendudukkannya dan menanyakan, siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Dan siapa nabimu? Jika dia seorang mukmin maka menjawab: "Tuhanku adalah Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad". Adapun orang yang tidak memiliki keyakinan (ketika hidup) atau orang munafik, dia menjawab: "Hah, hah, aku tidak tahu. Aku mendengar orang mengatakan sesuatu lalu aku ikut-ikutan".

3. Mengenal Allah tentulah dengan beberapa sarana. Di antaranya dengan mengamati dan merenungkan makhluk-makhluk Allah azza wa jalla. Hal itu menjadikan seseorang mengenal Allah, mengenal keagungan kekuasaanNya, mengetahui kesempurnaan kekuasaanNya, mengetahui hikmahNya, dan mengetahui kasih sayangNya. Allah ta'ala berfirman:


أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah" (Al A'raf: 185)
Allah 'azza wa jalla berfirman:


قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا

"Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu agar kamu mencari kebenaran karena Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri" (Saba': 46)
Allah ta'ala berfirman:


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang sungguh terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal" (Ali Imran:190)
Allah 'azza wa jalla berfirman:


وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ

"dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa" (Yunus: 6)
Firman Allah Subhanahu wa ta'ala:


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti." (Al Baqarah: 164)

Di antara sebab yang bisa mengarahkan seorang hamba untuk mengenal Tuhannya adalah dengan memperhatikan ayat-ayat syariatNya, yaitu wahyu yang dibawa oleh para Rasul -'alaihimus shalatu wa sallam-. Hendaklah seorang hamba memperhatikan ayat-ayat ini beserta kemaslahatan yang banyak yang ada di dalamnya, yang menjadi sarana tegaknya kehidupan hamba di dunia dan di akhirat. Jika dia memperhatikan dan merenungkannya, memperhatikan kandungan ilmu dan hikmah yang ada di dalamnya, lalu dia mendapati keteraturan dan kesesuaiannya untuk kemaslahatan para hamba, maka dengan sarana itu dia akan bisa mengenal Allah azza wa jalla, sebagaimana yang Allah 'azza wa jalla firmankan:


أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً

"Apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an, seandainya Al Qur'an itu bukan diri sisi Allah, niscaya dia akan mendapati perselisihan yang banyak di dalamnya"(An Nisa': 82)
Di antara sebab lain yaitu Ma'rifah yang Allah azza wa jalla karuniakan dalam hati orang yang beriman sehingga dia seolah-olah melihat Allah dengan mata kepalanya. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tatkala ditanya oleh Jibril tentang Ihsan(?). Beliau shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab:


أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فإن لم تكن تراه فإنه يراك

"Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihatNya, jika engkau tidak bisa seakan-akan melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu"1


(4). Maksudnya mengetahui pokok kedua yaitu mengenal agamaNya (Islam) yang dibebankan untuk diamalkan, yang di dalamnya terdapat hikmah, kasih sayang, dan kebaikan bagi para hambaNya, serta pencegahan dari berbagai keburukan. Bagi orang yang mau merenungkan agama Islam ini dengan sebenar-benarnya berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah, niscaya dia akan mengerti bahwa Islam ini adalah agama yang Haq. Hanya Islam, agama yang bisa menegakkan kemaslahatan bagi hamba.


Tidak selayaknya menilai Islam dengan kondisi kaum muslimin pada hari ini. Sesungguhnya kaum muslimin telah banyak melalaikan ajaran Islam dan melakukan  berbagai pelanggaran yang besar hingga orang yang tinggal di negeri Islam seperti tinggal di lingkungan non Islam.
Agama Islam -segala puji bagi Allah ta'ala- membawa seluruh kemaslahatan yang dibawa oleh agama-agama sebelumnya, dengan keistimewaan sesuai untuk setiap masa, tempat, dan umat. Maksudnya sesuai untuk setiap masa, tempat, dan umat yaitu bahwa dengan berpegang teguh dengan Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan manusia di setiap masa dan tempat. Agama Islam memerintahkan setiap amal kebaikan dan melarang seluruh perbuatan buruk, memerintahkan kepada akhlak yang mulia dan melarang dari akhlak yang  tercela.

(5). Ini adalah pokok ketiga yaitu seseorang mengenal nabinya Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang dia dapatkan dengan mempelajari kehidupan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan juga mempelajari ibadah, akhlak, dakwah, jihad, dan sisi-sisi kehidupan beliau lainnya. Oleh karenanya, setiap orang yang ada keinginan untuk menambah pengetahuan dan keimanannya kepada nabinya seyogyanya dia mempelajari Sirah (perjalanan hidup) beliau sesuai kemampuannya. Bagaimana beliau dalam kondisi perang dan damai, dalam keadaan sempit dan lapang, dan dalam seluruh kehidupan beliau.
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, secara batin maupun dzahir, serta mewafatkan kita di atas keimanan ini. Sesungguhnya Allah lah penolong dan maha mampu melakukan hal itu.


Note;



https://shamela.ws/book/11257/46#p1

1 Dikeluarkan oleh Muslim, Kitab Al Iman: Bab Bayani Arkanil Iman wal Islam.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)