(Diterjemahkan
dari Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah Syaikh Muhammad bin Shalih
Al Utsaimin rahimahulloh hal 19-20).
Tiga
Landasan Utama yang Wajib Diketahui Seorang Hamba
Pertama:
Pengetahuan Hamba akan Rabb-nya.
Penulis
rahimahullah
berkata:
فإذا
قبل لَكَ:
مَا
الأُصُولُ (١)
الثَّلاثَةُ
التِي يَجِبُ عَلَى الإنسان معرفتها (٢)
؟
فقل:
معرفة
العبد ربه (٣)
و
دينه،(٤)
ونبيه
محمداً صلى الله عليه وسلم (٥)
"Jika
ditanyakan kepadamu, apa tiga landasan pokok(1) yang wajib diketahui
oleh setiap manusia(2)?
Maka
jawablah: 'Pengetahuan hamba akan Rabb (Tuhan)nya(3), agamanya(4),
dan nabinya Muhammad shalallahu 'alaihi wa
sallam(5)".
____________________
1.
Ushul
(الأُصُولُ)
jamak dari أصل,
yaitu pondasi yang di atasnya dibangun sesuatu.
Contohnya
أصل
الجدار (pondasi
dinding) yaitu sesuatu
yang
menjadi penopangnya, وأصل
الشجرة (pangkal
pohon) yang dahan-dahannya berasal dari situ. Allah ta'ala
berfirman:
أَلَمْ
تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً
كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ
أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي
السَّمَاءِ
"Tidakkah
kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat
yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya
(menjulang) ke langit"
(Ibrahim: 24)
Penulis
rahimahullah
dengan tiga landasan pokok ini ingin
memberi isyarat
pada tiga hal penting yang akan ditanyakan kepada hamba di alam
kuburnya yaitu: Siapa Tuhanmu? Ap agamamu? Dan Siapa nabimu?
2.
Penulis rahimahulloh
menyampaikan masalah ini dengan pertanyaan agar seseorang memberikan
perhatian kepadanya. Sebab, ini adalah masalah penting dan utama.
Beliau mengatakan: Sesungguhnya ini adalah tiga prinsip penting yang
wajib diketahui setiap orang, karena dia
akan ditanya masalah ini di alam kuburnya. Tatkala telah dikubur dan
para pengantarnya telah berlalu, dua orang malaikat datang kepadanya
lalu mendudukkannya dan menanyakan, siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Dan
siapa nabimu? Jika dia seorang mukmin maka menjawab: "Tuhanku
adalah Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad". Adapun orang
yang tidak memiliki keyakinan (ketika hidup) atau orang munafik, dia
menjawab: "Hah, hah, aku tidak tahu. Aku mendengar orang
mengatakan sesuatu lalu aku ikut-ikutan".
3.
Mengenal Allah tentulah dengan beberapa
sarana.
Di antaranya dengan mengamati dan merenungkan makhluk-makhluk Allah
azza
wa jalla.
Hal itu menjadikan seseorang mengenal Allah, mengenal keagungan
kekuasaanNya, mengetahui kesempurnaan kekuasaanNya, mengetahui
hikmahNya, dan mengetahui kasih sayangNya. Allah ta'ala
berfirman:
أَوَلَمْ
يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ
شَيْءٍ
"Dan
apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala
apa yang diciptakan Allah"
(Al A'raf: 185)
Allah
'azza
wa jalla
berfirman:
قُلْ
إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ
تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى
ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا
"Katakanlah,
"Aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu agar
kamu mencari kebenaran karena Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau
sendiri-sendiri"
(Saba': 46)
Allah
ta'ala
berfirman:
إِنَّ
فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
"Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan
siang sungguh terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal"
(Ali Imran:190)
Allah
'azza wa jalla berfirman:
وَمَا
خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ
"dan
pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat
tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa"
(Yunus: 6)
Firman
Allah Subhanahu
wa ta'ala:
إِنَّ
فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ
بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ
اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ
فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ
الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Sesungguhnya
pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal
yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia,
dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu
dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di
dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti."
(Al Baqarah: 164)
Di antara sebab yang bisa mengarahkan seorang hamba untuk mengenal Tuhannya adalah dengan memperhatikan ayat-ayat syariatNya, yaitu wahyu yang dibawa oleh para Rasul -'alaihimus shalatu wa sallam-. Hendaklah seorang hamba memperhatikan ayat-ayat ini beserta kemaslahatan yang banyak yang ada di dalamnya, yang menjadi sarana tegaknya kehidupan hamba di dunia dan di akhirat. Jika dia memperhatikan dan merenungkannya, memperhatikan kandungan ilmu dan hikmah yang ada di dalamnya, lalu dia mendapati keteraturan dan kesesuaiannya untuk kemaslahatan para hamba, maka dengan sarana itu dia akan bisa mengenal Allah azza wa jalla, sebagaimana yang Allah 'azza wa jalla firmankan:
أَفَلا
يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ
مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا
فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً
"Apakah
mereka tidak memperhatikan Al Qur'an, seandainya Al Qur'an itu bukan
diri sisi Allah, niscaya dia akan mendapati perselisihan yang banyak
di dalamnya"(An
Nisa': 82)
Di
antara sebab lain yaitu
Ma'rifah
yang
Allah azza
wa jalla
karuniakan dalam hati orang yang beriman sehingga dia seolah-olah
melihat Allah dengan mata kepalanya. Nabi shalallahu
'alaihi wa sallam
tatkala ditanya oleh Jibril tentang Ihsan(?). Beliau shalallahu
'alaihi wa sallam
menjawab:
أَنْ
تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فإن
لم تكن تراه فإنه يراك
"Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihatNya, jika engkau tidak bisa seakan-akan melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu"1
(4). Maksudnya mengetahui pokok kedua yaitu mengenal agamaNya (Islam) yang dibebankan untuk diamalkan, yang di dalamnya terdapat hikmah, kasih sayang, dan kebaikan bagi para hambaNya, serta pencegahan dari berbagai keburukan. Bagi orang yang mau merenungkan agama Islam ini dengan sebenar-benarnya berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah, niscaya dia akan mengerti bahwa Islam ini adalah agama yang Haq. Hanya Islam, agama yang bisa menegakkan kemaslahatan bagi hamba.
Tidak
selayaknya menilai Islam dengan kondisi kaum muslimin pada hari ini.
Sesungguhnya kaum muslimin telah banyak melalaikan ajaran Islam dan
melakukan berbagai pelanggaran yang besar hingga orang yang
tinggal di negeri Islam seperti tinggal di lingkungan non
Islam.
Agama
Islam -segala puji bagi Allah ta'ala-
membawa seluruh kemaslahatan yang dibawa oleh agama-agama sebelumnya,
dengan keistimewaan sesuai untuk setiap masa, tempat, dan umat.
Maksudnya sesuai untuk setiap masa, tempat,
dan umat yaitu bahwa dengan berpegang teguh dengan Islam tidak akan
menghilangkan kemaslahatan manusia di setiap masa dan tempat. Agama
Islam memerintahkan setiap amal kebaikan dan melarang seluruh
perbuatan buruk, memerintahkan kepada akhlak yang mulia dan melarang
dari akhlak yang tercela.
(5).
Ini adalah pokok ketiga yaitu seseorang mengenal nabinya Muhammad
shalallahu
'alaihi wa sallam
yang dia dapatkan dengan mempelajari kehidupan Nabi shalallahu
'alaihi wa sallam
dan juga mempelajari ibadah, akhlak, dakwah, jihad, dan sisi-sisi
kehidupan beliau lainnya. Oleh karenanya, setiap orang yang ada
keinginan untuk menambah pengetahuan dan keimanannya kepada nabinya
seyogyanya dia mempelajari Sirah
(perjalanan
hidup) beliau sesuai kemampuannya. Bagaimana beliau dalam kondisi
perang dan damai, dalam keadaan sempit dan lapang, dan dalam
seluruh
kehidupan beliau.
Kita
memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang
mengikuti Rasulullah shalallahu
'alaihi wa sallam,
secara batin maupun dzahir, serta mewafatkan kita di atas keimanan
ini. Sesungguhnya Allah lah penolong dan maha mampu melakukan hal
itu.
Note;
https://shamela.ws/book/11257/46#p1
1 Dikeluarkan oleh Muslim, Kitab Al Iman: Bab Bayani Arkanil Iman wal Islam.








